Soal Gilang Bungkus, Kata Psikolog Begini..

Indonesiainside.id, Jakarta – Berkaca dari kasus Gilang yang belakangan ini diberi label fetish oleh orang-orang di dunia maya, sebenarnya ada hal-hal yang bisa menjadi pelajaran.

Salah satunya pemberian label atau labelling. Psikolog klinis dewasa, Nirmala Ika menyarankan orang-orang tidak memberikan label pada seseorang tanpa adanya pemeriksaan klinis dari pakar yang kompeten.

“Jangan memberikan pelabelan ketika kita tidak benar-benar memahami apa yang terjadi, perlu pemeriksaan oleh orang-orang yang kompeten dengan persoalan tersebut sehingga dapat diberikan treatment yang tepat untuk orang tersebut,” ujar Nirmala, Jumat(31/7).

Menurut dia, memberi label pada seseorang tanpa mengetahui kondisinya sama dengan merundung orang yang bersangkutan. Ini bisa berdampak pada sosok yang diberi label, termasuk membuat dia berperilaku semakin buruk.

“Itu jelas memberikan dampak kepada orang yang bersangkutan dan kadang seringkali malah membuat dia ‘makin buruk’ karena merasa marah dan tidak dipahami,” kata dia.

Dari sudut pandang korban, Nirmala menilai pentingnya para korban mendapatkan penanganan dari orang-orang yang kompeten di bidangnya, karena ini bukan pengalaman yang mudah juga bagi sebagian orang.

“Jangan berikan stigma juga kepada mereka. Karena kita cenderung suka memberikan stigma pada orang lain misalnya pada korban pemerkosaan bahkan yang pada pasien Covid-19, yang kalau dipikir-pikir siapa sih yang mau mengalami itu semua,” tutur Nirmala.

Terakhir, Nirmala menekankan, terlepas dari Gilang melakukan fetish atau bukan, seharusnya kasus ini bisa membantu masyarakat melihat kekerasan seksual bentuknya bukan pemerkosaan saja, melainkan ada juga bentuk-bentuk lainnya seperti eksploitasi seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kehamilan dan pemaksaan kontrasepsi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here