Riset: Persepsi Rasa Manis Berubah Seiring Usia

Sack with pure sugar on table

Indonesiainside.id, Beijing – Dibandingkan orang dewasa, anak-anak dan remaja kurang sensitif terhadap rasa manis dan memerlukan 40 persen lebih banyak sukrosa dalam sebuah larutan agar mereka bisa mendeteksi rasa manis tersebut.

Hasil ini diungkap dalam sebuah penelitian yang diunggah di situs web Universitas Illinois, Jumat (31/7).

Disebutkannya, anak-anak dan remaja memiliki ambang deteksi rasa yang lebih tinggi. Baik anak-anak maupun remaja memiliki level rasa manis yang secara signifikan lebih pekat daripada orang dewasa.

Penelitian ini, dibangun berdasarkan gabungan data dari riset para peneliti sebelumnya, dilakukan di Monell Center di Philadelphia dan Universitas Washington di St. Louis yang melibatkan 108 anak-anak, 172 remaja, dan 205 orang dewasa dengan rentang usia antara 7 hingga 67 tahun.

Para peneliti memberikan konsentrasi gula-air yang berbeda-beda kepada para partisipan untuk dicicipi, kemudian mengukur konsentrasi yang mereka sukai serta konsentrasi terendah untuk rasa manis yang dapat mereka deteksi.

“Meskipun sensitivitas yang lebih rendah pada anak-anak membuat mereka membutuhkan konsentrasi sukrosa yang lebih tinggi untuk dapat mendeteksi rasa manis, senstivitas rasa manis para partisipan tidak memprediksi level rasa manis yang mereka sukai,” tutur Julie A. Mennella, salah seorang peneliti dari Monell Chemical Senses Center.

Untuk menggambarkan perbedaan sensitivitas rasa yang berkaitan dengan usia ini, para peneliti menakar sekitar empat gram sukrosa atau setara satu gula dadu yang dapat dilarutkan dalam segelas air (sekitar 236 mililiter), dan para partisipan dari setiap kelompok usia kemudian dapat mulai mendeteksi rasa manis dalam larutan tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here