Survei Ungkap Kekurangan APD di Rumah-rumah Sakit Australia Picu Kekhawatiran

Petugas medis memakai APD lengkap. Foto: Istimewa

Indonesianside.id, Sydney–Sebuah survei di Australia menemukan bahwa 20 persen dokter di rumah sakit umum terpaksa menyediakan alat pelindung diri (APD) mereka sendiri. Hal ini telah mendorong seruan transparansi yang lebih besar soal persediaan APD pemerintah.

Diselesaikan oleh 677 anggota Royal Australasian College of Physicians (RACP) dan dirilis pada Senin (10/8), survei tersebut juga mengungkap bahwa 19 persen responden di semua fasilitas memiliki akses terbatas dalam mendapatkan masker bedah, sementara 3 persen bahkan tidak memiliki akses sama sekali. “Tidak cukup baik bahwa 1 dari 5 orang memiliki akses yang terbatas dalam mendapatkan masker bedah. Sungguh luar biasa, beberapa orang menggunakan APD mereka sendiri,” kata Presiden RACP sekaligus Profesor Dokter Pernapasan John Wilson.

Menurut John Wilson masalah ini sebagai bentuk peringatan yang meresahkan terhadap petugas medis. “Ini merupakan tanda peringatan yang meresahkan tentang apa yang mungkin akan terjadi pada tenaga medis kita,” ujarnya.

Namun demikian, Wakil Kepala Petugas Medis Australia Dr. Nick Coatsworth membantah keseriusan klaim tersebut. Dirinya mengatakan kepada media lokal 9news bahwa tidak terjadi kekurangan APD dan pemerintah federal telah mendistribusikan lebih dari 11 juta masker sejak pandemi mulai merebak.

“Alat pelindung diri tersedia dan berada di tempat yang seharusnya, di garis depan, untuk para pekerja kesehatan kita,” kata Coatsworth.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here