Masker Picu Keracunan Karbondioksida? Ini Kata Dokter UGM

Tamer Uysal warga negara Turki yang mengenakan kostum Spiderman membagikan masker untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya wabah virus korona dengan slogan "kenakan topengmu, jadilah pahlawan" di Eskisehir, Turki, Selasa (11/8/2020). Emrah Yaşar/Anadolu Agency

Indonesiainside.id, Yogyakarta – Dokter Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Mahatma Sotya Bawono membantah pesan berantai yang menyebutkan bahwa menggunakan masker dapat mengakibatkan keracunan karbondioksida (CO2) dan kekurangan oksigen (O2).

“Belum ada bukti yang mendukung kalau pemakaian masker berefek negatif seperti mengakibatkan keracunan karbondioksida dan kekurangan oksigen,” kata Mahatma di Yogyakarta, dikutip Ahad(16/8).

Menurut dokter spesialis telinga hidung tenggorokan-bedah kepala leher ini, penggunaan masker aman bagi kesehatan dan telah dibuktikan oleh para tenaga kesehatan.

Bahkan dalam operasi yang berlangsung hingga beberapa jam,belum pernah dijumpai kasus baik dokter maupun tenaga medis lainnya yang mengalami keracunan karbondioksida maupun kekurangan pasokan oksigen hingga linglung atau pingsan akibat sirkulasi udara yang kurang lancar karena terhalang masker.

“Kalau sampai ada nakes yang pingsan itu bukan murni karena maskernya. Perlu dilihat juga adanya faktor lain pada individu tersebut, bisa jadi kondisinya lapar dan dehidrasi sehingga tanpa pakai masker pun sudah ada risiko pingsan,” kata dia.

Penggunaan masker, kata dia, justru dianjurkan di masa pandemi ini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 ketika beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain.

Penelitian menyatakan masker terbukti efektif mengurangi transmisi virus corona yang berukuran nanometer. Namun, begitu masker, termasuk jenis N-95 masih bisa ditembus oksigen dan karbondioksida sehingga tidak mengganggu sirkulasi udara dalam pemakaiannya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here