Peneliti Ungkap Proses Persalinan dengan Tes USG Lebih Aman dari Risiko Infeksi

USG. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Yerusalem— Para peneliti Israel menemukan bahwa pemeriksaan USG, yakni tes menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound), selama persalinan ternyata dapat mengurangi kejadian infeksi secara signifikan. Temuan ini disampaikan Kaplan Medical Center di Israel tengah pada Rabu (19/8).

Setelah merebaknya pandemi virus corona, kesadaran tentang pencegahan infeksi di rumah sakit maupun lingkungan secara umum pun meningkat tajam.  Studi terbaru di Rumah Sakit Kaplan menemukan bahwa penggunaan alat ultrasound untuk memeriksa perkembangan proses persalinan dapat mengurangi frekuensi pemeriksaan vagina (pemeriksaan dalam) secara signifikan, sehingga tingkat kejadian infeksi saat persalinan pun dapat diturunkan.

Penelitian ini melibatkan 180 wanita yang baru pertama kali melahirkan. Beberapa di antaranya menjalani pemeriksaan dalam dan lainnya menjalani pemeriksaan USG.  Penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan ultrasound saat proses persalinan ternyata dapat mengurangi frekuensi pemeriksaan dalam secara signifikan.

Selain itu, pada kelompok USG, tingkat infeksi saat persalinan ternyata jauh lebih rendah dibanding kelompok dengan pemeriksaan dalam, yaitu 2,6 persen berbanding 11,9 persen. Para dokter menyebut bahwa penggunaan ultrasound tidak memengaruhi durasi maupun metode persalinan.

Roni Levi, manajer unit persalinan di RS Kaplan, menuturkan bahwa penilaian perkembangan proses persalinan selama ini rutin dilakukan dengan pemeriksaan dalam. “Pemeriksaan ini bisa menyakitkan dan mengancam keselamatan pasien. Terlebih lagi, pemeriksaan vagina yang berulang kali dapat meningkatkan risiko infeksi selama persalinan,” terangnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here