Tanpa Masker Seseorang Akan Terpapar 10.000 Kali Lipat Lebih Banyak Percikan Droplet Meski Berada Sejauh 2 Meter

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana secara simbolis mengganti masker personel polisi dengan masker khusus berlogo TNI-Polri dalam kegiatan inspeksi disiplin protokol kesehatan di Mako Polda Metro Jaya, Selasa (18/8). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pakailah masker anda di masa pandemi. Seruan ini bukanlah tanpa alasan, sebab jika seseorang batuk tanpa menggunakan masker, dapat menyemburkan ribuan droplet pada jarak 2 meter.

Sebuah tim ilmuwan di University of Edinburgh, Inggris telah melakukan penelitian yang mendemonstrasikan efek pemakaian masker dalam mencegah virus SARS-CoV-2 dan banyak virus lainnya.

Mereka melakukan eksperimen antara orang sungguhan dan manekin yang terhubung ke mesin simulasi bicara dan batuk untuk membandingkan jumlah tetes pernapasan (droplet) yang dilepaskan dengan dan tanpa masker.

“Tanpa memakai masker, sejauh 2m, masih terpapar 10.000 kali lebih banyak percikan nCoV,” ujar para peneliti.

Jumlah tetesan pernafasan yang terciprat saat berbicara dan batuk dalam 3 kasus yang tidak memakai masker, mengenakan masker bedah dan masker buatan sendiri diukur secara cermat oleh para peneliti.

Awalnya, para ilmuwan menggunakan manekin sebagai eksperimen, cairan fluorescent yang mengandung udara untuk mensimulasikan tetesan yang disemburkan dari mulut.

Ketika aliran udara dilepaskan, para ilmuwan menggunakan sinar laser dan sinar UV untuk menentukan jumlah tetesan yang bergerak dan jumlah tetesan yang jatuh di atas meja yang berjarak 2 meter.

Pada percobaan lainnya, tim peneliti memilih 6 relawan untuk batuk selama beberapa menit dengan masker dan tanpa masker. Tetesan respirasi mereka dikumpulkan pada skateboard 5 cm di atas mulut, kemudian dianalisis di bawah mikroskop.

“Refleks batuk normal dapat memercikkan hingga 3.000 tetes droplet dengan kecepatan hingga 80 km / jam,” kata para ilmuwan, dilansir Daily Mail, Senin(24/8).

“Sedangkan satu kali bersin bisa menghasilkan lebih dari 100.000 tetes,” ujarnya.

Namun, jika Anda memakai masker bedah, tidak peduli seberapa sering seseorang berbicara atau batuk, tidak ada droplet yang tersebar. Bahkan masker kain biasa efektif mencegah tetesan.

Masker sangat efektif dalam mencegah infeksi SARS-CoV-2 serta banyak virus lainnya.

Dengan masker lain, baik dalam eksperimen manusia maupun manekin, memakai masker mengurangi jumlah droplet lebih dari 1.000 kali lipat.

“Kami tahu bahwa masker yang terbuat dari bahan berbeda memiliki efek pemblokiran droplet dengan ukuran berbeda. Tetapi dengan tetesan besar yang bisa dibilang paling berbahaya, kami menemukan bahwa bahkan masker kain satu lapis buatan sendiri sangat efektif. Jadi memakai masker benar-benar dapat membuat perbedaan, membantu membatasi infeksi virus pada orang yang berlawanan, ”kata Dr. Ignazio Maria Viola.

Menurut penelitian terkini, respirator N95 mampu memblokir 95% tetesan (droplet) di udara, merupakan masker terbaik saat ini, diikuti dengan masker bedah. Namun, penelitian terbaru di British Medical Journal juga mengakui bahwa masker kain mungkin hanya 15% kurang efektif dibandingkan masker bedah.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here