Perokok Lebih Rentan Dua Kali Lipat Terinfeksi Covid-19

ilustrasi rokok. foto: pixabay

Indonesiainside.id, Jakarta – Dokter paru mengatakan perokok memiliki risiko terkena Covid-19 dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

“Salah satunya karena reseptornya lebih banyak,” kata spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K) dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (28/8).

Ia mengatakan bahwa terlepas dengan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, asap rokok sendiri telah memberikan banyak dampak terhadap kesehatan manusia, baik dampak jangka pendek maupun dampak jangka panjang.

Dampak jangka pendek asap rokok dapat menurunkan sel-sel imun dan sel-sel pertahanan pada saluran napas sehingga saluran napasnya rentan terkena iritasi dan mudah dimasuki kuman sehingga mudah terinfeksi dan menimbulkan gejala seperti ISPA dan batuk berulang.

Sementara itu, dampak jangka panjang asap rokok dapat menimbulkan masalah adiksi sehingga sulit dihentikan dan dampak kesehatan seperti kanker, hipertensi, stroke, jantung dan lain-lain.

Kemudian, terkait dengan pandemi Covid-19 saat ini, ia mengatakan bahwa asap rokok ternyata menimbulkan kerentanan lebih besar bagi perokok terhadap kemungkinan terinfeksi penyakit berbahaya tersebut.

“Rokok kaitannya dengan Covid-19, dari segi imunitas saluran napas itu sudah terganggu. Kemudian ada lagi penelitian menyebutkan bahwa reseptor ACE2, yaitu reseptor yang normal ada di dalam tubuh kita dan jumlahnya lebih banyak pada perokok, ternyata reseptor inilah salah satu tempat menempelnya virus Covid-19,” kata Feni.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here