Prancis Melarang Penggunaan Hewan Liar dalam Pertunjukan Sirkus

AFP

Indonesiainside.id, Paris–Prancis secara bertahap akan melarang penggunaan satwa liar dalam pertunjukan sirkus, kemudian ingin menghentikan pertunjukan paus dan lumba-lumba. Pertunjukan sirkus telah lama menggunakan hewan sebagai pelari penjualan tiket.

“Saatnya membuka era baru dalam hubungan kita dengan hewan (liar) ini,” kata Menteri Lingkungan Barbara Pompili, dengan alasan kesejahteraan hewan adalah prioritas.

Selasa (29/9) Pompilieii mengatakan, bahwa beruang, harimau, singa, gajah, dan hewan liar lainnya tidak akan diizinkan lagi di sirkus keliling “di tahun-tahun mendatang.”. Transisi ini akan memakan waktu beberapa tahun dan pertunjukan hewan yang ada akan menerima panduan dari pemerintah untuk beralih ke metode baru.

“Hari ini, saya mengumumkan penghentian progresif keberadaan satwa liar dalam rangkaian tur sirkus, termasuk larangan pertunjukan paus orca dan lumba-lumba di pusat akuarium yang tidak peduli dengan kebutuhan mamalia laut, serta mengakhiri peternakan cerpelai untuk bulu,” kata Pompili.

Pihak berwenang mengatakan 88 paus sirip panjang telah diselamatkan dari massa akibat terdampar di lepas pantai barat Tasmania, di mana diperkirakan 380 paus telah punah, kutip The Associated Press. Pompili menambahkan bahwa keputusan pemerintah tersebut akan mempengaruhi sekitar 80 sirkus, yang mengeksploitasi 230 hewan termasuk harimau, singa, gajah, badak, serigala dan banyak lagi.

Prancis, yang sudah memiliki tiga sentra dolphinarium, tidak akan mengizinkan pembukaan sentra baru tersebut, bahkan ingin menutup ketiga lokasi tersebut dalam tujuh hingga 10 tahun mendatang. Pompili juga ingin menutup empat pusat penangkaran cerpelai dalam waktu lima tahun.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here