Pakar Kesehatan Memperingatkan Covid-19 di Luar Kendali

Patrick Vallance

Indonesiainside.id, London–Pakar kesehatan Inggris kemarin mengakui pandemi Covid-19 semakin tidak terkendali. Hal ini  menyusul peningkatan kasus meskipun pemerintah memperketat pembatasan untuk melarang pertemuan sosial.

Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah, Patrick Vallance, mengatakan dalam konferensi pers bahwa 7.108 kasus dan 71 kematian menunjukkan bahwa penularan Covid-19 di Inggris berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.  Benda ini dinilai telah menuju ke arah yang salah dan belum mampu  dikontrol.

“Jumlah kasus meningkat, rawat inap meningkat, ICU meningkat, dan sayangnya, sangat menyedihkan begitu juga dengan kematian,” kata Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Patrick Vallance. “Saat ini kami tidak memiliki kendali atas ini,” tambahnya dikutip Bloomberg.

Penilaian suram dari Vallance, pada konferensi pers di London ini muncul saat perdana menteri memperingatkan negaranya bahwa dia tidak akan “ragu” untuk memberlakukan pembatasan nasional yang lebih ketat jika diperlukan.  Inggris pada hari Rabu mencatat lebih dari 7.000 kasus Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut.

Sebelumnya, Chief Medical Officer Inggris, Chris Whitty, juga memberi peringatan menyusul masuk ke rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) yang mencatatkan peningkatan signifikan.  Sebanyak 42.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di Inggris sejauh ini, angka terburuk di Eropa meskipun pemerintah telah memberlakukan jam malam sejak akhir Maret.

Tetapi survei terhadap 80.000 orang, oleh para peneliti di Imperial College London, menunjukkan bahwa pembatasan pemerintah mungkin berhasil, dengan wabah virus yang tumbuh lebih lambat. Pelonggaran sanksi baru diumumkan pada bulan Juni, namun karena jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat, pemerintah kembali memberlakukan larangan penyelenggaraan pertemuan, termasuk pertemuan yang dihadiri lebih dari enam orang.

Selain itu, pemerintah juga memerintahkan penutupan klub malam lebih awal sebagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19. Sementara itu, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan masih terlalu dini untuk mengumumkan dampak peningkatan kasus Covid-19 di negaranya dan berharap masyarakat akan terus mematuhi semua regulasi.  “Jika kita bersatu sekarang, kemungkinan besar kita bisa mengatasi dampaknya dan tindakan lain yang harus diambil untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Terlepas dari berbagai peringatan tentang peningkatan kasus Covid-19, sekitar 50 anggota parlemen partai konservatif marah dan tidak puas menyusul pembatasan kebebasan pribadi rakyat.  Mereka mengancam akan mendukung mosi di Parlemen yang menuntut pengawasan lebih terhadap aturan yang berlaku di masa depan, kutip AFP. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here