WHO Sebut Covid-19 Ganggu Layanan Kesehatan Mental di Banyak Negara

Logo WHO. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jenewa– Pandemi Covid-19 telah mengganggu atau menghentikan layanan kesehatan mental yang penting di 93 persen negara, menurut sebuah survei yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (5/10). WHO memperkirakan 10 persen populasi dunia sudah terinfeksi Covid-19, jauh lebih tinggi dari statistik resmi.

Survei tersebut, yang dilakukan sejak Juni hingga Agustus di antara 130 negara di enam kawasan WHO. Organisasi ini mengevaluasi bagaimana penyediaan layanan untuk kesehatan mental, neurologis, dan penggunaan obat-obatan terlarang telah berubah akibat Covid-19.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen dari negara yang disurvei melaporkan gangguan pada layanan kesehatan mental bagi kelompok penduduk yang rentan. Sementara lebih dari sepertiga melaporkan gangguan pada intervensi darurat, dan sekitar tiga perempat melaporkan setidaknya gangguan parsial pada layanan kesehatan mental di sekolah dan tempat kerja.

Meskipun 89 persen dari negara-negara itu melaporkan bahwa bantuan kesehatan mental dan psiko-sosial merupakan bagian dari rencana respons Covid-19 nasional mereka, hanya 17 persen di antaranya yang memiliki dana tambahan penuh untuk mencakup kegiatan ini.

Selain itu, kendati banyak negara (70 persen) telah mengadopsi layanan telemedicine dan teletherapy untuk mengatasi gangguan pada layanan tatap muka, terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan intervensi tersebut. Lebih dari 80 persen negara berpenghasilan tinggi melaporkan menerapkan layanan ini, dibandingkan dengan kurang dari 50 persen di negara berpenghasilan rendah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here