Kenapa Cuci Tangan Penting? Ini Kata Pakar Universitas Lambung Mangkurat

Warga Gaza menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan di Masjid Al-Buhari di Deir Al-Balah, Gaza, Rabu (3/6/2020). Agensi Anadolu/Ashraf Amra

Indonesiainside.id, Banjarmasin – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengatakan penyebaran Covid-19 paling sering terjadi melalui tangan.

Dia menjelaskan penyakit saluran pernapasan seperti Covid-19 yang disebabkan coronavirus menyebar ketika percikan dahak yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Akan tetapi, penyebaran virus dari satu orang ke orang lain paling sering terjadi melalui tangan.

“Di saat kepatuhan masyarakat sudah meningkat terhadap penggunaan masker yang terstandar, malah sering terabaikan untuk cuci tangan. Hal ini penting karena kita tidak bisa menjamin apakah tangan tidak pernah menyentuh wajah atau masker,” kata dia di Banjarmasin, Ahad (11/10).

Syamsul mengungkapkan penelitian tahun 2016 dari New South Wales, Australia, menyebutkan orang-orang menyentuh wajah sekitar 23 kali dalam satu jam. Hampir setengah dari sentuhan wajah melibatkan mulut, hidung, atau mata yang notabene menjadi jalur termudah bagi virus dan bakteri memasuki tubuh.

Untuk itulah, mencegah penyebaran virus dengan rutin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sangat diperlukan. Mencuci tangan mungkin terlihat cukup mudah, tetapi kenyataannya hanya 5 persen orang benar-benar memahami mencuci tangan yang baik dan benar.

“Pemahaman cuci tangan sangat perlu dikampanyekan terlebih dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia pada tanggal 15 Oktober nanti,” tutur Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here