Seorang Pria di AS Terinfeksi Dua Kali Setelah Dinyatakan Sembuh dari Corona

Covid-19

Indonesiainside.id, Washington – Seorang pria di Amerika Serikat telah tertular Covid-19 hingga dua kali, dengan infeksi kedua menjadi jauh lebih berbahaya daripada yang pertama, lapor dokter yang menanganinya.

Pria berusia 25 tahun itu membutuhkan perawatan rumah sakit setelah paru-parunya tidak mendapatkan cukup oksigen ke dalam tubuhnya.

Meski infeksi ulang dikatakan jarang terjadi namun lelaki itu sekarang telah pulih.

Hasil penelitian Lancet Infectious Diseases yang dipublikasikan BBC, Selasa(13/10), lantas menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar kekebalan tubuh dapat dibangun terhadap virus itu setelah infeksi berhasil disembuhkan.

Sebagai catatan lagi, pria dari Nevada itu tidak memiliki masalah kesehatan atau cacat kekebalan yang membuatnya sangat rentan terhadap Covid.

Gejala-gejala yang timbul dalam penularan:

  • 25 Maret – Gejala gelombang pertama, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, mual dan diare
  • 18 April – Dia dites positif untuk pertama kalinya
  • 27 April – Gejala awal sembuh total
  • 9 dan 26 Mei – Dia dites negatif dalam dua kali tes
  • 28 Mei – Mengalami gejala lagi, kali ini termasuk demam, sakit kepala, pusing, batuk, mual dan diare
  • 5 Juni – Tes positif untuk kedua kalinya, dan hipoksia (oksigen darah rendah) dengan sesak napas

Para ilmuwan mengatakan pasien terjangkit virus corona dua kali, bukan berarti infeksi awal yang sembuh menjadi tidak aktif dan kemudian pulih kembali. Hal ini karena, perbandingan kode genetik virus yang diambil selama setiap infeksi Covid-19 menunjukkan bahwa kode itu berbeda sehingga kecil kemungkinan disebabkan oleh infeksi yang sama pada awal.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here