Studi: Obesitas Dapat Memperburuk Covid-19

ilustrasi obesitas. foto: pixabay

Indonesiainside.id, Ankara – Orang yang tertular virus corona dan juga obesitas sering kali mengalami hasil yang lebih buruk. Obesitas juga memiliki beberapa efek perlindungan, menurut seorang dokter terkemuka Turki.

Sebuah meta-analisis dari 19 penelitian “menunjukkan bahwa pada individu dengan obesitas, kebutuhan untuk rawat inap, perawatan intensif, dan pemasangan ventilator meningkat hingga 80% karena Covid-19,” kata Dr Okan Bulent Yildiz, ahli endokrinologi di Sekolah Kedokteran Universitas Hacettepe di ibu kota Turki, Ankara.

Sementara 2 miliar orang di seluruh dunia memiliki masalah berat badan berlebih atau obesitas. Di lain sisi, jumlah kasus Covid-19 telah mencapai hampir 50 juta. Baru-baru ini, dia dan rekan-rekannya melakukan kajian terkait hubungan keduanya.

Namun berbeda dengan efek negatifnya, kata Yildiz, meta analisis juga menemukan “bahwa obesitas tidak meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19 dalam perawatan intensif. Obesitas ringan sampai sedang bahkan dapat memiliki beberapa efek perlindungan dalam perawatan intensif. Kondisi ini disebut paradoks obesitas. ”

Makanan, Tidur, Stres, Olahraga

Menekankan pentingnya aktivitas fisik sehari-hari selama pandemi, Yildiz mengatakan: “Peningkatan waktu yang dihabiskan di rumah selama periode pandemi, penurunan aktivitas fisik, pola tidur yang terganggu, dan stres yang tinggi membuat pengendalian berat badan sulit bagi orang dengan obesitas”.

Dia menambahkan bahwa hal ini bahkan dapat menyebabkan penambahan berat badan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki masalah berat badan. “Setiap orang membutuhkan pola makan yang sehat dan seimbang,” kata dokter tersebut, karena makanan merupakan faktor penting untuk mempersiapkan tubuh manusia melawan penyakit.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here