Daripada Debat soal Protokol Kesehatan, Berbalas Pantun Corona Ini Bisa Jadi Hiburan

Dua budayawan Raja Muhammad Zein dan Kasmuri berbalas pantun dalam menyampaikan pesan ibu, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, dalam Bunga Rampai Seni Melayu di Batam, Kamis.

Indonesiainside.id, Batam – “Pagi hari ke kuala selat, hendak ke hulu menebar jala. Jangan kita bersalam dan berakad, ikuti protokol kesehatan, sekarang musim corona”.

Demikian sepotong pantun yang disampaikan budayawan Raja Muhammad Zein, dalam Bunga Rampai Seni Melayu, sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat dalam tayangan virtual di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis malam (19/11).

Bunga Rampai Seni Melayu dihelat Kementerian Komunikasi Informatika bekerja sama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pemerintah Kota Batam.

Pemerintah percaya, berbagai upaya harus dilakukan dalam rangka sosialisasi bahaya dan upaya penanganan Covid-19, termasuk memasukkan pesan-pesan melalui seni dan budaya.

Pada kegatan Bunga Rampai Seni Melayu, dua budayawan Raja Muhammad Zein dan Kasmuri didapuk menyampaikan pesan itu melalui bahasa yang santun dan santai, agar pesan lebih cepat sampai dan mudah diterima oleh masyarakat.

“Kalau tuan ke rumah Ncik Nona, perginya pula pukul 10. Karena sekarang musim corona, kita bersalam dari jauh”.

Ya, salah satu protokol kesehatan yang harus dipatuhi masyarakat adalah menghindari bersalaman, karena virus dapat berpindah melalui tangan yang bersentuhan.

Karenanya, meski bersalaman dan mencium tangan orang tua merupakan hal yang biasa dilakukan masyarakat Melayu, maka pada saat pandemi Covid-19, mesti dihindari.

Namun, apa itu corona dan Covid-19 yang belakangan ini selalu ramai diperbincangkan masyarakat?

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here