DKI Jakarta Masih Aman dari Kekeringan

Instalasi pengolahan air PAM Jaya. Foto: ant

Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Musim kemarau tengah berlangsung di wilayah ibu kota. Hingga saat ini masih belum ada laporan mengenai dampak kekeringan di beberapa wilayah Jakarta.

Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Muhammad Ridwan, mengatakan bahwa di wilayah ibu kota belum ada yang terkena dampak dari musim kemarau. Meskipun di beberapa wilayah ada sungai maupun waduk dalam kondisi mengering, namun belum ada warga yang melaporkan kesulitan air bersih.

“Sampai saat ini belum ada laporan. Kalau ada akan diinfokan,” ujarnya, Senin (2/9).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Sukasno, mengungkapkan data Hari Tanpa Hujan (HTH) terkini, per tanggal 20 Agustus lalu menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta telah mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari.

Sehingga diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan. Selain itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menyatakan setidaknya terdapat tujuh kecamatan di Jakarta yang rawan kekeringan akibat musim kemarau saat ini.

Ketujuh kecamatan tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. “Di Jakarta Barat itu ada tiga kecamatan, yakni Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan. Sedangkan Jakarta Utara ada di Cilincing, Penjaringan, Pademangan, dan Koja. Wilayah itu saja yang kelihatan agak merah,” terang Juaini. (PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here