Dishub DKI: Masyarakat Dukung Jalur Sepeda

Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan bahwa program pembangunan jalur sepeda sepanjang 63 KM di 17 ruas jalan di ibu kota mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Saat ini, Dishub DKI sudah melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat untuk meminta masukan dari mereka terkait program tersebut.

“Terakhir hari jumat saya bertemu dengan beberapa elemen masyarakat. Jadi rata-rata mendukung terhadap program ini dan memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Ahad (29/9).

Sejauh ini, lanjut Syafrin, tak ada gelombang penolakan dari masyarakat terkait program tersebut, justru masyarakat khususnya pencinta sepeda mengapresiasi gagasan membangun jalur khusus sepeda ini.

“Oh tidak ada (penolakan) justru banyak yang mendukung, karena banyak juga penggiat sepeda atau yang hobi bersepeda. Selama ini akhirnya niatnya mereka urungkan, karena tidak tersedianya fasilitas jalur sepeda yang sifatnya menerus, tidak smooth hanya penggal penggal saja,” tuturnya.

Dishub DKI: Masyarakat Dukung Jalur Sepeda

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang berusaha merubah pola pikir masyarakat bahwa pejalan kaki dan pesepeda adalah kasta yang lebih tinggi dari pengguna kendaraan bermotor. Untuk itu kebutuhan kedua kelompok ini akan diakomodasi oleh Pemprov DKI.

“Mulai sekarang paradigma berpikir penanganan transportasi Jakarta kan sudah dirubah oleh pak Gubernur. Jadi prioritas moda transportasi yang dimiliki setiap orang itu yang difasilitasi, tentu pertama pejalan kaki, semua orang punya itu, kita lihat trotoar di Jakarta langsung direvitalisasi, yang kedua ramah lingkungan atau non moto race transport ini kita dorong tentunya adalah jalur sepeda,” paparnya.

Adapun tujuan utama Pemprov DKI memfasilitasi pejalan kaki dan pesepeda adalah meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi massal. Idealnya, bersepeda mulai dari 0 kilometer hingga 10 kilometer, saat sudah mencapai jarak ideal para pesepeda tersebut bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum. Dengan itu sepeda bisa menjadi angkutan feeder atau penghubung antar moda.

“Nah pararel, dengan itu kita akan siapkan peningkatan kapasitas publik transportnya angkutan umum massal, seperti Transjakarta ini sedang kita siapkan, juga sistem angkutan umum lainnya, sekarang sudah ada apakah itu MRT, nanti juga akan disusul dengan operasional LRT,” ujarnya. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here