Komunitas Sepeda: Jalur Sepeda Tidak Perlu Panjang, yang Penting Terintegrasi

anies baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta dan komunitas pesepeda mencoba jalur sepeda dari Velodrome ke Balaikota, Ahad (29/9). Foto: Twitter Anies

 

Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Jalur sepeda di ibu kota dinilai tidak perlu dibuat panjang, yang terpenting adalah agar semua jalur sepeda terintegrasi dan terhubung dengan moda transportasi lain. Dengan begitu, sepeda bisa dijadikan angkutan penghubung untuk berpindah ke moda transportasi massal lain.

“Saya bilang, bahwa bikin jalur sepeda tidak harus panjang-panjang. Jalur sepeda itu harus dibuat bisa strategis. Artinya strategis harus bisa berintegrasi dengan transportasi umum massal seperti MRT, Trasjakarta, LRL dan lain-lain,” kata Penggagas Bike to Work, Toto Sugito, Ahad (29/9).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun 63 kilometer jalur sepeda di 17 ruas jalan di ibu kota. Pembangunan jalur sepeda dibagi menjadi tiga tahap.

Pada fase pertama Pemprov DKI akan membangun jalur sepeda sepanjang 25 kilometer. Sedangkan sisanya dibangun di fase kedua dan ketiga.

“Jalan kaki dan naik sepeda itu harus bisa menjadi feeder untuk transportasi massal tersebut. Orang idealnya naik sepeda 0 kilometer sampai 10 kilometer itu dengan catatan harus ada fasilitasnya, maksudnya dia bisa nyambung dengan Transjakarta, MRT dan lain-lain,” urainya.

Lagipula jalur sepeda yang panjang di Jakarta bisa sia-sia dan justru tidak efektif digunakan pesepeda pada umumnya. Sebab kondisi cuaca Jakarta yang panas dan gersang. Pesepeda juga tidak akan mau menempuh puluhan kilo meter di bawah terik matahari.

“Jangan bikin panjang-panjang tapi tidak berguna. Sekarang gini, di Jakarta itu kan panas sekali siapa yang mau naik sepeda sekarang di atas jam 09.00 WIB dan di bawah jam 16.00 WIB ?,” tuturnya.

Agar pembangunan jalur sepeda panjang ini tetap efektif digunakan, Toto menyarankan agar pembuatan jalur sepeda mesti bersamaan dengan penanaman pepohonan di sekitar jalur tersebut. Hal itu dimaksudkan agar bisa menghadirkan suasana yang teduh dan nyaman untuk pesepeda.

“Kecuali ada pohon sepanjang jalur sepeda, artinya boleh buat jalur yang panjang tapi harus nyaman dan teduh. Kalo tidak, tak ada yang mau, kecuali kita yang memang sudah gila sepeda,” ujarnya. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here