Dua Tahun Kepemimpinan Anies, FPAN Soroti Sanitasi dan Air Bersih

lukmanul-hakim
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024, Lukmanul Hakim. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, genap dua tahun. Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 menyoroti sejumlah hal yang dinilai masih menjadi permasalahan, salah satunya mengenai ketersediaan air bersih.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, mengatakan permasalahan ketersediaan air bersih di ibu kota masih terasa di beberapa wilayah di Jakarta. Bahkan menurut Bung Hakim (sapaan akrab Lukmanul Hakim), masih ada warga yang menggunakan air kali untuk kebutuhan setiap harinya.

“Masalah sanitasi air, dalam dua tahun kepemimpinannya masih banyak yang belum selesai tentang sanitasi air. Di Kalideres itu, warga yang tinggal di sekitar Kali Maja bertahun-tahun nyuci pakai air kali,” ujarnya, Rabu (16/10), di Jakarta.

Menurut dia, hal seperti ini sudah seharusnya tidak terjadi lagi, karena air bersih adalah kebutuhan utama warga ibu kota. FPAN DKI memang konsisten menyoroti masalah air bersih. Menurut Hakim, FPAN DKI mendukung langkah Pemprov DKI yang akan membangun 1.000 tangki septik bersubsidi, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Beberapa waktu lalu, FPAN DKI menyoroti soal warga Jakarta Barat yang tidak memiliki tangki septik, sehingga kotoran dari jamban rumah mereka langsung mengalir ke kali. Sanitasi sehat sangat diperlukan agar sungai-sungai di Jakarta tidak tercemar bakteri dan hal tersebut juga akan mempengaruhi terhadap kesehatan warga ibu kota.

Selain hal tersebut, FPAN DKI juga berharap agar Anies segera mempunyai pendamping. Karena menurut Bung Hakim, kosongnya orang kedua di DKI mengakibatkan terhambatnya kinerja Pemprov DKI.

“Segera, harus ada wagub di DKI. Kami mendukung dan turut bertanggung jawab atas kekosongan wagub yang sekian lama. Kami sepenuhnya menyerahkan kepada Fraksi PKS dan Gerindra. Silakan partai pengusung untuk mengatur calon-calonnya,” paparnya. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here