DKI Siapkan Aturan Ojek Daring yang Berhenti Sembarangan

syafrin liputo
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Maraknya ojek daring (odar) yang berhenti sembarangan (mangkal) di pinggir jalan membuat situasi jalanan ibu kota semakin rumit. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan membuat strategi yang akan menimbulkan efek jera bagi pengemudi odar yang melanggar.

Pemprov DKI akan membangun tempat untuk mereka mangkal pada sejumlah lokasi di ibu kota. Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, mengatakan kebijakan dibuat agar odar tidak bisa menerima pesanan (sinyal) di luar kawasan tersebut.

Sinyal yang dimaksud bukan akses internet melainkan hanya akses odar untuk mendapatkan penumpang. Salah satu lokasi yang akan ia terapkan adalah di transit plaza (tempat mangkal) Lebak Bulus yang baru diresmikan pekan ini.

“Contohnya di Lebak Bulus kemarin itu nanti di kawasan transit plaza akan ada sinyal. Di luar itu akan ada yang mangkal dia tidak akan dapet pesanan (order). Jadi semua akan diarahkan ke arah area transit plaza,” ujarnya, Jumat (18/10).

Kebijakan ini hanya berlaku di lokasi yang berpotensi transaksi tinggi dan memiliki kawasan mangkal odar. Namun, pelemahan sinyal ini masih dalam tahap perencanaan bersama dengan perusahaan penyedia aplikasi odar.

“Kami harap kemarin, kami sudah minta sama Gojek untuk mengimplementasikannya. Kami siapkan di transit plaza. Saya berharap Grab juga demikian,” paparnya.

Dishub DKI akan menggandeng kepolisian untuk menindak odar yang masih mangkal di luar kawasan tersebut. Hal ini bertujuan agar kerja odar tidak lagi menganggu lalu lintas.”Paralel, dengan itu sejak fasilitas ini ada, maka Dishub bersama Kepolisian akan melakukan penertiban,” tuturnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here