Adanya Kasus Pelecehan, LPSK RI Desak PT KCI Evaluasi Keamanan di Kereta

Kereta commuter line. Foto: ant

Indonesiainside.id, Jakarta РBelakangan ini marak terjadi kasus pelecehan seksual dalam gerbong kereta. Menanggapi kejadian tersebut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merupakan operator Commuter Line untuk mengevaluasi manajemen pengamanan di gerbong kereta.

“PT KCI sebaiknya mengevaluasi manajemen pengamanan untuk keamanan dan kenyamanan pengguna moda kereta api, khususnya anak-anak Indonesia,” ujar Maneger Nasution, selaku Wakil Ketua LPSK RI, Jumat (18/10).

Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI periode 2012-2017 itu juga mengapresiasi adanya gerbong khusus wanita. Setidaknya, ada tempat khusus untuk melindungi kaum hawa dan anak-anak dari pengguna jasa yang melakukan aksi kriminal tersebut.

“Prinsipnya bagus sebagai upaya antisipasi,” tuturnya. Selain itu, ia mengatakan bahwa LPSK RI turut prihatin atas kejadian yang menimpa penumpang beberapa waktu lalu.

“Tentunya mengapreasiasi pihak kepolisian yang telah mengamankan pelaku pelecehan seksual tersebut yang berinisial HN (24 tahun). Yang bersangkutan harus diproses hukum secara profesional dan berkeadilan,” paparnya.

Menurut dia, agar memberi efek jera, hukuman terhadap pelaku harus diperberat. Mengingat pelaku dikabarkan sudah lima kali melakukan aksi tersebut. Seharusnya, negara perlu hadir untuk memastikan peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Pelaku sejatinya tidak hanya dijerat Pasal 82 junto Pasal 76E UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak, tetapi perlu diperberat demi efek penjeraan. Publik tidak main hakim sendiri, beri kepercayaan kepada kepolisian untuk menanganinya secara profesional,” urai Maneger. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here