Sutradara Film Anak Langit Megalith Diciduk Tersangkut Kasus Narkoba

Amir Mirza Gumay (depan) diringkus oleh polisi terkait kasus narkoba, Kamis (17/10). Foto: Fichri Hakiim

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang sutradara film bernama Amir Mirza Gumay terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, “Amir diketahui merupakan sutradara film berjudul Anak Negeri Megalith,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/10). Penangkapan ini menambah deretan panjang para pelaku dunia hiburan tanah air yang terseret penggunaan narkoba.

Argo menambahkan, alasan Amir menggunakan narkoba karena sedang mengalami masalah keluarga. “Tersangka menggunakan narkoba sejak tahun 2014, sempat berhenti namun tersangka memakai narkoba lagi,” tambah Argo

Argo menjelaskan, Amir ditangkap di sebuah rumah yang beralamat di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Selain menangkap Amir, polisi juga meringkus seseorang bernama Budi Kurniawan. “Amir Mirza merupakan sutradara, sementara itu Budi Kurniawan adalah lighting technician dan camera assistant,” jelas Argo.

Sementara itu, polisi menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi kristal putih narkoba jenis sabu seberat 0,52 gram, satu alat hisap sabu, serta dua unit handphone. “Tersangka ini menyembunyikan plastik klip di bawah kitchen set dan di mesin air yang terletak di depan rumah,” ungkap Argo.

Setelah melakukan pengintaian, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus dan meringkus seseorang bernama Trisna. Argo mengatakan Trisna ditangkap di sebuah kontrakan yang beralamat di Duren Sawit, Jakarta Timur pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB.

Argo menjelaskan, Trisna berprofesi sebagai seorang wiraswasta. Petugas kepolisian menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi kristal putih yang didalamnya ada narkoba jenis sabu seberat 0,38 gram, satu linting ganja seberat 0,72 gram, timbangan, alat hisap sabu, serta ponsel. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here