Tekan Mobil Pribadi, Asosiasi Minta Pemprov DKI Naikkan Pajak Parkir

kemacetan jakarta
Meski sudah jauh berkurang, tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta masih cukup tinggi. Foto: Istimewa

Indonesianiside.id, Jakarta – Perkumpulan Pengelola Perparkiran Indonesia (PPPI) mendesak Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif pajak parkir mobil. Upaya ini diharapkan bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi.

“Saat ini DKI Jakarta nilai tarif parkirnya masih rendah di bandingkan kota-kota lain di ASEAN,” ujar Ketua Dewan Pengawas PPPI, Anggawira lewat pesan tertulis kepada Indonesiainside.id, Jumat (18/10).

Menurutnya, menaikan tarif pajak merupakan salah satu solusi mendorong masyarakat DKI Jakarta menggunakan transportasi publik. Tarif parkir bisa digunakan sebagai sebuah stimulus.

“Untuk tarif parkir batas atas sebaiknya juga dihilangkan sehingga setiap lokasi bisa membidik market sesuai target sasarannya. Ini semua harus disesuaikan,” kata dia.

Anggawira menambahkan, menaikan tarif pajak ini bukan semata-mata hanya untuk menaikan pendapatan daerah. Dia yakin, kebijakan ini bisa menekan pemakaian kendaraan pribadi.

Data Statistik Transportasi DKI Jakarta 2018, mencatat pertumbuhan tertinggi 6,48% pada mobil penumpang per tahun pada periode 2012-2016. Pada 2012 jumlah mobil penumpang di Jakarta sebanyak 2,74 juta unit sedangkan pada 2016 bertambah menjadi 3,52 juta unit.

Jika diasumsikan pertumbuhan mobil penumpang masih sama, jumlah mobil penumpang di Jakarta pada 2017 mencapai 3,75 juta unit dan 2018 menjadi 3,99 juta unit. Jumlah sepeda motor di Jakarta pada 2012 mencapai 10,82 juta unit.

Angka ini terus meningkat menjadi 13,3 juta unit pada 2016. Dengan rerata pertumbuhan 5,3% per tahun, jumlah sepeda motor diperkirakan mencapai 14 juta unit pada 2017 dan 14,74 juta unit pada 2018. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here