Ratusan Buruh Tuntut Kenaikan UMP di Ibu Kota

unjuk rasa buruh di balai kota
Ratusan buruh berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut kenaikan upah minimum provinsi. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id.

Indonesiainside.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan unjuk pendapat di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10). Ratusan buruh berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Winarso -selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI- mengatakan bahwa aksi tersebut menuntut gubernur DKI agar meningkatkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2020 lebih besar dari tahun sebelumnya. Tuntutan para buruh ini melebihi ketetapan Kementerian Ketenagakerjaan RI, yakni sebesar 8,51 persen untuk UMP tahun depan.

“Bapak Anies Baswedan agar berani menetapkan UMP DKI Jakarta untuk 2020 sebesar apa yang direkomendasikan oleh dewan pengupahan unsur buruh. Kami usul sebesar 16 persen dan kalau dinominalkan itu sebesar Rp4,6 juta,” ujarnya dari atas mobil komando.

Dia menambahkan tuntutan dilayangkan lantaran biaya hidup di ibu kota terlampau tinggi. Ada survei yang menyimpulkan, tuturnya, bahwa biaya hidup di Jakarta bisa menghabiskan Rp5 juta setiap bulannya.

“Ada survei yang dilakukan kawan-kawan dan ini adalah kebutuhan nyata masyarakat yang ada di DKI Jakarta bahwa mereka itu harus memenuhi kebutuhannya sebesar nilai tersebut, Rp4.6 juta. Bahkan kalau dilihat survei yang lain lagi contohnya dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan badan survei yang lain, itu seharusnya orang tinggal di DKI Jakarta paling tidak mereka punya pendapatan sebesar Rp5 juta,” tuturnya.

Selain itu, ratusan buruh ini ingin menemui orang nomor satu di Jakarta itu. Mereka berharap bisa berdiskusi tentang UMP Provinsi DKI Jakarta tahun 2020.

“Hari ini kami misalnya tidak diterima berarti kan ada sesuatu. Biasanya kan siapa saja yang datang ke sini diterima kok sama Bapak Anies. Nah pengajuan kami sudah beberapa waktu yang lalu mengajukan surat untuk audiensi dengan prosedur yang sudah kita jalankan, tetapi tidak ada tanggapan,” paparnya.

Berdasarkan pantauan Indonesiainside.id di lokasi, ratusan buruh itu tiba bersama satu mobil komando pada pukul 11.47 WIB dan usai pukul 14.38. Tampak juga mobil taktis seperti baracuda, raisa (pengurai massa), dan water cannon untum berjaga di kantor gubernur. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here