Ditanyai soal Kuasa Hukum Anies, Fahira: Nah, Ini Pertanyaan Menarik

Fahira Idris
Anggota DPD RI Fahira Idris (tengah). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya menyodorkan 13 pertanyaan saat memeriksa anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris. Salah satunya, dia ditanyai soal kuasa dari Anies Baswedan.

“Nah, ini pertanyaan menarik, apakah Anda melaporkan ini karena mendapatkan kuasa dari gubernur? Saya bilang, tidak,” ujar Fahira di Polda Metro Jaya, Jumat (8/11).

Fahira memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa terkait laporannya terhadap Ade Armando. Fahira melaporkan Ade soal dugaan penghinaan terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan.

Pemeriksaan terhadap Fahira dilakukan di Gedung Ditreskrimsus pada Jumat sejak pukul 10.30 hingga 14.30 WIB. Pemeriksaan Fahira sempat ditunda karena bertepatan dengan Shalat Jumat.

Menjawab pertanyaan penyidik soal kuasa hukum Anies, Fahira memastikan dirinya melapor bukan karena pribadi Anies. Fahira tidak ingin foto-foto pejabat khususnya Gubernur DKI diubah dan diedit dan menjadi bahan olok-olokan di media sosial.

“Sejak awal saya bilang saya melaporkan ini bukan karena Pak Anies, bukan untuk Pak Anies, tidak mendapatkan kuasa dari Pak Anies, tidak mendapat kuasa dari pemprov,” katanya.

Fahira melaporkan Ade Armando lantaran mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta yang wajahnya disunting menjadi wajah tokoh Joker serta disertai narasi “Gubernur jahat adalah menteri yang dipecat.”

Fahira mengaku melaporkan Ade Armando ke polisi karena jabatannya dan sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat. “Ini murni saya melaksanakan tugas saya, yaitu sebagai anggota MPR, saya kan jabatannya Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR, saya mendapat aspirasi dari masyarakat meminta saya untuk melaporkan karena mereka tidak berani, takutlah ke kantor polisi,” katanya.

Fahira datang dengan dua saksi yang juga turut diperiksa bersamaan dengan dirinya. Setelah pemeriksaan dirinya, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya segera memanggil Ade Armando.

“Hari ini tiga orang yg diperiksa, saya sebagai pelapor dan saksi saya. Nanti selanjutnya baru Ade Armando,” ujarnya.

Laporan Fahira terhadap Ade tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019.

Fahira menjelaskan agenda pemeriksaan hari ini masih seputar hal mendasar antara lain alasan pelaporan dan kronologi seputar kasusnya.

“Sebetulnya klarifikasi hari ini, pertanyaan-pertanyaan masih yang mendasar ya seperti misalnya apakah saya sehat, apakah benar melaporkan ke sini dan apa alasannya, bagaimana kronologinya, apa bukti-buktinya,’ katanya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here