Ketua FPDIP DKI: Harus Ada Kesepakatan Gerindra-PKS

Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono. Foto: ant

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menanggapi isu terkait calon wakil gubernur (cawagub) yang diajukan oleh Partai Gerindra. Ia menilai, hal tersebut wajar saja terjadi.

“Ya sah-sah saja, tapi apa pun itu harus jadi kesepakatan berdua antara PKS dan Gerindra,” ujarnya ketika dikonfirmasi terkait isu tersebut, Jumat (8/11). Gerindra, lanjut Gembong, seharusnya lebih dulu menjalin kesepahaman bersama PKS sebelum memberikan usulan nama cawagub DKI.

Hal tersebut merupakan antisipasi terhadap tudingan, bahwa yang dilakukan Gerindra hanyalah keputusan sepihak. Jika Gerindra dan PKS tidak segera sepakat, maka nasib pemilihan pendamping Anies Baswedan akan kembali tertunda.

“Sepanjang partai pengusung tidak kunjung ada kesepahaman pasti akan terjadi penghambatan. Dua nama kan sudah ada dari PKS. Sekarang ada empat nama dari Gerindra. Silakan saja dikomunikasikan lebih dulu,” paparnya.

Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub 2017 lalu sebenarnya sudah mengajukan dua nama wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Namun, pemilihan Wagub DKI terhenti setelah masa bakti anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 berakhir pada 26 Agustus lalu.

Maka dari itu Partai Gerindra mengajukan keempat nama calonnya. Berikut daftar nama calon wakil gubernur yang diajukan Gerindra lantaran dua nama wagub yang telah diusulkan PKS ke DPRD hingga kini belum juga ada keputusan.

Mereka adalah Dewan Penasihat DPP Gerindra, Arnes Lukman; Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry J Yuliantoro; Sekretaris Jenderal Gerindra, Ariza Patria; dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta; Saefullah. Komunikasi dan figur menjadi alasan utama Partai Gerindra untuk ikut berpartisipasi dalam bursa cawagub DKI. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here