Masyarakat akan Menilai Gerindra tak Punya Etika Politik

mundur dari DPR
Ahmad Syaikhu. Foto: twitter

Indonesiainside.id, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra merupakan partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan aktif membahas calon wakil gubernur (cawagub) DKI pengganti Sand. Namun, lantaran prosesnya jalan di tempat, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, telah mengirimkan empat nama pengganti dari dua calon yang diusulkan PKS.

Tak lama usai beredar kabar tersebut, Ahmad Syaikhu yang juga merupakan calon pengganti Sandiaga Salahuddin Uno langsung angkat bicara. Menurut dia, ini merupakan masalah yang serius.

“Berbagai tahapan sudah dilalui. Termasuk fit and proper test. Sekarang kita mau serius atau tidak mencari pendamping Anies. Masyarakat akan menilai Gerindra tidak komitmen, karena tidak memiliki etika politik,” paparnya.

“Dua nama cawagub DKI itu sudah ada di DPRD, Agung Yulianto dan saya. Jadi ini bicara keseriusan, komitmen dan etika politik,” tegasnya, di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (8/11).

Ia menilai, bahwa polemik cawagub DKI itu bukan pada sosoknya, tapi keseriusan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti proses pemilihan. Kemudian, lanjut Syaikhu, manuver Gerindra tersebut akan mendapatkan penilaian buruk dari masyarakat, karena dianggap tidak punya komitmen dan melanggar etika politik.

Selain Syaikhu yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, PKS sebagai partai yang berhak atas kursi wagub juga mengajukan Agung Yulianto. Ia merupakan pengurus DPW PKS DKI Jakarta yang menduduki jabatan sebagai sekretaris umum.

Selain menjadi politikus, Agung juga berkecimpung di dunia bisnis sebagai direktur utama PT Herba Penawa Alwahida Indonesia. Perusahaan yang ia pimpin ini bergerak di bidang produk herbal halal di Indonesia. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here