Menunggak Rp4,4 M, Wajib Pajak di Cilincing Dipasang Plang

Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Cilincing memasang lima plang penunggak Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Jakarta Utara, Selasa 12/11). Foto: ant

Indonesiainside.id, Jakarta – Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. memasang lima plang penunggak Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dengan total tunggakan wajib pajak sebesar Rp4,4 miliar.

“Rata-rata mereka menunggak selama dua tahun dengan total tunggakan senilai Rp4,4 Miliar,” kata Camat Cilincing, Muhammad Alwi di Jakarta Utara, Selasa.

Alwi menjelaskan, pemasangan plang dilakukan sebagai bentuk peringatan guna memberikan efek jera kepada wajib pajak yang tak menaati aturan.”Bila sudah dibayar plang akan dicabut,” ujar Alwi.

Sebelum dilakukan pemasangan plang, para penunggak pajak telah disurati. Namun hingga saat pemasangan plang tidak memberikan tanggapan positif.

Alwi berharap dengan pemasangan plang itu menjadi cara agar para wajib paja lainnya menyadari akan kewajiban melunasi PBB P2.

Selama ini, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta bergantung pada pendapatan pajak.

Sementara itu, Kepala UPPRD Kecamatan Cilincing, M Juhfa mengatakan, penegakan aturan tersebut sebagai upaya mengejar perolehan pajak sektor PBB P2 di wilayahnya. Pada tahun 2019 Kecamatan Cilincing menargetkan realisasi PBB P2 sekitar Rp247 miliar.

“Tahun 2018 lalu, realisasi PBB P2 kita tertinggi se DKI Jakarta. Kita berharap pemasangan plang ini bisa memaksimalkan raihan pajak,” kata Juhfa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) memberikan kebijakan keringanan untuk tiga jenis pajak daerah tahun 2019.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here