Pemprov DKI Defisit, Efisiensi Anggaran Dilakukan untuk Revitalisasi Trotoar

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi bidang pembangunan (Komisi D) DPRD DKI dan Dinas Bina Marga, telah sepakat mengenai efisiensi alokasi anggaran penataan trotoar. Awalnya anggaran tersebut senilai Rp1,2 triliun, kini menjadi Rp1 triliun, lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengalami defisit, sehingga diperlukan efisiensi keuangan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan efisiensi ini berdampak pada penundaan sejumlah penataan trotoar. Yakni paket satu dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar dan usulan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk penataan trotoar satu ruas jalan.

“Efisiensi berdampak pada sejumlah penataan trotoar yang terbagi dalam dua paket,” ujar Hari, Rabu (13/11). Dua paket itu ialah revitalisasi trotoar di tiga ruas jalan, yakni Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Kebon Sirih yang masuk dalam pengerjaan paket satu, serta Jalan Balap Sepeda di paket dua.

Ditundanya revitalisasi trotoar di tiga ruas jalan tersebut juga dikarenakan adanya pembangunan lintas LRT di ruas jalan tersebut. Dengan penundaan ini maka target panjang ruas trotoar yang akan dibangun berkurang dari 103 kilometer menjadi 95 kilometer.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan bahwa pemangkasan usulan anggaran dikarenakan Dinas Bina Marga DKI belum menjelaskan rencana induk penataan trotoar. “Kita usulkan agar anggaran ditahan sampai Dinas Bina Marga menjelaskan rencana induknya,” ujar Yuke.

Anggota Fraksi PDIP DKI itu menilai, rencana induk penataan trotoar merupakan hal yang penting agar anggaran yang diusulkan tepat sasaran. Jangan sampai, trotoar yang sudah ditata tidak nyaman bagi pejalan kaki dan tidak terintegrasi dengan moda transportasi massal.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif, berharap efisiensi anggaran penataan trotoar dapat dioptimalkan untuk kegiatan bidang lain, di antaranya kebutuhan masing-masing suku dinas.

“Anggaran efisiensi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perawatan di Sudin yang belum terorganisir secara baik,” ujar Syarif.(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here