Keluarga dan Rekan Korban Skuter Listrik Gelar Aksi Tuntut Keadilan

Massa aksi yang menuntut keadilan atas meninggalnya pengguna skuter elektrik, Ahad (17/11). Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Keluarga korban tragedi skuter listrik menggelar aksi doa bersama dan tabur bunga di kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat, Ahad (17/11). Lengkap dengan pakaian serbahitam, acara tersebut juga dihadiri oleh korban selamat beserta rekannya.

Dalam kesempatan tersebut, mereka yang menuntut keadilan itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis, turun tangan dalam kasus yang menyebabkan dua korban jiwa. Tak hanya itu, mereka juga berharap, pelaku segera ditahan dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

“Saya minta Pak Jokowi, Pak Kapolri, tolong lihat ini. Hukum di negara ini tolong ditegakkan, ada ketidakadilan di sini,” kata Alan Darmasaputra yang merupakan kakak kandung salah satu korban.

Alan merasa janggal dengan perlakuan kepolisian terhadap penabrak dua korban skuter listrik yang masih belia (18 tahun), Wisnu dan Amar. Pasalnya, pelaku tidak ditahan meski berstatus sebagai tersangka.

“Apa spesialnya? Mereka cuma diwajibkan lapor dua kali dalam seminggu?” ucapnya.

Sementara itu, korban selamat, Bagus mengatakan bahwa sepengetahuannya di lokasi kejadian terdapat empat kamera pengintai (CCTV). Dia merasa janggal saat mendengar jawaban dari kepolisian.

“Saya sempat berpikir, ada empat CCTV di sana, masa semua memorinya penuh? Kan tidak mungkin. Untuk apa CCTV dipasang kalau memorinya penuh? Janggal itu,”¬†tutur Bagus.

Selain itu, Fajar Wicaksono yang juga merupakan korban selamat, mengatakan bahwa kasus kecelakaan yang mengakibatkan rekannya meregang nyawa dinilai mudah diselesaikan. Di sekitar lokasi kejadian terdapat CCTV yang merekam kejadian nahas itu.

Fajar menyatakan, ia sudah meminta kepada kepolisian untuk memeriksa rekaman CCTV di lokasi. Namun, penyidik berdalih, bahwa kamera yang ada di sana tidak menyala.

“Sebenarnya saya sudah minta (buka CCTV), cuma penyidik itu bilang CCTV-nya mati. Bahkan, dia bilang itu tidak ada CCTV di sekitar sini. Itu anehnya,” urai Fajar. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here