Pemprov DKI Anggarkan Rp100 Miliar Bangun SWRO di Tiga Pulau pada 2020

Petugas dan warga saat mencoba air bersih di Kepulauan Seribu. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Melalui dinas sumber daya air (SDA) dan PAM Jaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah meresmikan instalasi pengolahan air (IPA) laut. Alat ini menggunakan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) dan berada di Pulau Payung, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (20/11).

Alat serupa kini disipkan untuk beberapa wilayah. Dinas SDA DKI menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pembangunan pada tiga pulau berbeda di tahun 2020.

Adapun wilayah yang akan dibangun alat tersebut, yakni di Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan Pulau Lancang. Kepala Dinas SDA DKI, Juaini Yusuf, menegaskan bahwa program itu akan dilaksanakan untuk tahun depan. Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sistem pengolahan air laut tersebut.

“Anggaran untuk 2020 sekitar Rp100 miliar,” ujarnya di Jakarta. Untuk tahun ini, lanjut Juaini, Pemprov DKI telah menganggarkan Rp80 miliar untuk SWRO yang berada di empat lokasi, yakni di Pulau Untung Jawa, Pulau Payung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa Dua.

Menurut dia, besaran anggaran pembuatan SWRO berbeda-beda, tergantung kapasitas. Jika kapasitas kecil, maka anggaran juga tergolong lebih kecil.

“Ini (IPA SWRO di Pulau Payung) agak kecil, 0,25 liter per detik. Biayanya sekitar Rp20 miliar,” tuturnya.

“Yang agak besar itu di Pulau Panggang. Buat kepala keluarga itu agak besar, anggarannya sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar,” paparnya.

IPA SWRO di Pulau Panggang memiliki kapasitas 3 liter setiap detik untuk melayani 1.184 sambungan. Kemudian, Pulau Pramuka memiliki kapasitas 1,5 liter setiap detik untuk melayani 653 sambungan.

Lalu, Pulau Payung memiliki kapasitas 0,25 liter setiap detik untuk melayani 49 sambungan dan Pulau Kelapa Dua memiliki kapasitas yang sama dengan pulau payung, namun untuk melayani 113 sambungan. Selain itu, Pemprov DKI telah mengoperasikan IPA SWRO di Pulau Untung Jawa dengan kapasitas produksi 2,5 liter per detik untuk melayani 288 sambungan. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here