BPBD DKI Siapkan 10 Tempat Pengungsian Korban Banjir

Dokumentasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau titik banjir yang bersebelahan dengan proyek LRT di Underpass Cawang, Jakarta. Foto: ant

Indonesiainside.id, Jakarta – Menghadapi musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi di ibu kota. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat 17 kecamatan, 25 kelurahan dan 86 RW di Jakarta terdeteksi sebagai wilayah yang rawan banjir ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi, daerah itu tersebar di wilayah Jakarta Utara, Barat, Selatan dan Timur.

Untuk itu, BPBD DKI telah menyiapkan lima tempat penampungan untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi akibat banjir. Subejo selaku Kepala BPBD DKI memastikan hal tersebut beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan bahwa, kelima lokasi itu tersebar di lima wilayah ibu kota, yakni Jakarta Barat, SDN Kedaung Kali Angke; Jakarta Pusat, Kantor Kelurahan Karet Tengsin; Jakarta Selatan, Rumah Dinas Lurah Kelurahan Kebon Baru; Jakarta Timur, Masjid Ruhul Islam; dan Jakarta Utara, Rusun Semper Barat. Apabila lima tempat itu sudah penuh, BPBD DKI telah menyiapkan alternatif lainnya, yaitu di Jakarta Pusat, Area Parkir BNI 46; Jakarta Barat, Gedung Sasana Krida Duri Kepa, dan Halaman UPK Balai Kesenian; Jakarta Timur, GBI Filemon; dan Jakarta Utara, Pura Dalam Purna Jati.

Baca Juga:  Hari Ini Polda Metro Buka Empat Lokasi Layanan SIM Keliling

Selain itu, BPBD DKI telah menyiapkan tim pendukung penanganan bencana yang dipimpin oleh pejabat eselon III sesuai koordinator wilayah (Korwil) masing-masing. “Tim tersebut melakukan piket 24 jam untuk memantau situasi atau kejadian kebencanaan di seluruh wilayah dan melakukan penanganan apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Subejo, tugas mereka ialah melakukan pendistribusian bantuan ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait serta relawan untuk penanganan banjir. Ia meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi kebencanaan atau peringatan dini bencana yang disampaikan oleh instansi terkait seperti BMKG atau BPBD melalui media elektronik atau media sosial.

Baca Juga:  Highlight: Kasus Covid-19 Harian di Jakarta Bertambah Besar

“Hubungi Call Center 112 atau gunakan aplikasi Jakarta Aman untuk melaporkan kejadian kegawat daruratan di sekitar Anda,” tuturnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here