Pemerintah Harus Terapkan Vision Zero Atasi Kecelakaan Lalu Lintas

Kemacetan kendaraan lalu lintas `
Kendaraan Melintas di Jl. Kapt Tendean, Jakarta. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta terus meningkat. Mulai dari angka kematian hingga kecelakaan ringan relatif tinggi.

Dari 500 korban meninggal selama setahun, diasumsikan ada satu hingga dua orang meninggal setiap hari karena kecelakaan berkendara.

Ketua Forum Transportasi Perkotaan Masyarakat Indonesia (FTPMI), Gandri Ramadhan, mengatakan bahwa data BPS itu, harus dijadikan alarm bagi pemerintah untuk pengambilan kebijakan terkait moda transportasi dan infrastruktur lalu lintas. Gandri menjelaskan pemerintah harus membuat kota-kota besar di Indonesia mempunyai Vision Zero.

“Vision Zero adalah suatu kebijakan keselamatan transportasi di mana kota bisa dijadikan strategi untuk menghindari kecelakaan,” jelaa Gandri ditemui di diskusi publik mengenai keselamatan jalan di Jakarta, Kamis (28/11).

Vision Zero, kata Gandri, diadopsi dari Swedia. Gandri menjelaskan, setiap negara atau setiap kota wajib membuat mapping berdasarkan kejadian detail suatu kecelakaan.

Dia mengatakan, implementasi dari Vision Zero ini, dapat berupa penambahan rambu, radius tikungan lebih kecil, dan penyeberangan yang lebih aman bagi pejalan kaki. Karena itu, pemerintah harus tegas karena saat ini, kota-kota besar seperti Jakarta sedang berhadapan dengan jenis model transportasi.

“Selain itu, harus adanya prinsip kesetaraan yang harus adil dalam menerapkan sebuah kebijakan,” imbuh dia.

Selain itu, adanya kecelakaan skuter listrik yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, menurut Gandri, seharusnya jenis transportasi ini bukan digunakan untuk ‘rekreasi’ masyarakat ibu kota. “Kita liat skuter sebagai tools. Sebagai solusi dan sebagai perjalanan the first and last mile gap,” jelas dia

Dimana maksud dari first and last mile adalah first mile, yang mengacu kepada jarak antara rumah pengemudi ke stasiun atau halte. Sedangkan last mile, merupakan jarak antara stasiun atau halte ke tempat kerja.

Menurut Gandri, pemerintah harus berpikir adil dan melakukan investasi infrastruktur yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here