Selain Daur Ulang Air, IPAL Krukut Juga untuk Wisata Edukasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama Direktur Utama PD PAL Jaya, Subekti, saat menyaksikan maket IPAL Krukut. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menekankan pentingnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) perkotaan dewasa ini. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut sangat membutuhkan perhatian dari banyak pihak, salah satunya pemerintah daerah.

Dia pun berharap, dengan dibangunnya IPAL, limbah air di Ibu Kota bisa didaur ulang untuk dimanfaatkan secara luas oleh warga DKI. “Ini (IPAL) penting sekali bagi Jakarta. Kita di Jakarta sebagai kota besar perlu secara serius mengelola limbahnya. Dengan dibangun instalasi pengelolaan air limbah, harapannya nanti limbah air di Jakarta bisa diolah dan digunakan kembali,” ujarnya saat meresmikan pembangunan IPAL Krukut di Jakarta Selatan, Ahad (8/12).

Mantan rektor Universitas Paramadina itu menuturkan, IPAL yang dibangun Pemprov DKI Jakata saat ini adalah IPAL dengan teknologi paling canggih di Indonesia. IPAL tersebut akan dirancang sebagai tempat pembelajaran sehingga memudahkan bagi siswa dan warga. Bahkan, pengelola limbah dari kota lain untuk belajar mengembangkan pengolahan limbahnya.

“Fasilitas ini dirancang dari awal, agar desainnya memudahkan untuk jadi tempat belajar. Jadi nanti ada jalur dan tempat yang dibuka untuk umum, sehingga mereka bisa menyaksikan proses dan urutannya, terlebih tempat ini lokasinya strategis berada di samping Jalan Sudirman. Jadi, siapa saja bisa mampir untuk menyaksikan proses pengolahan limbah sebagai bahan pembelajaran,” tuturnya.

Dia menjelaskan, IPAL di Krukut bukan hanya fasilitas pengolahan air limbah, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi dan hiburan, bangunannya pun mempunyai estetika humanis. Fasilitas tersebut menjadi keberlanjutan pengoperasian IPAL modern yang sudah dimulai sejak awal tahun ini.

Sebelumnya, PD PAL Jaya selaku pengelola IPAL tersebut menggunakan teknik konvensional dan bergabung dengan pengendali banjir. Teknik konvensional memilki kelemahan karena memerlukan tempat yang luas sehingga kurang efisien. Sementara IPAL Krukut ini hanya memerlukan sekitar 2.000 meter persegi saja yang sangat tepat untuk minimnya lahan di perkotaan. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here