Jalan Medan Merdeka Selatan Lumpuh Akibat Massa Tolak Djakarta Warehouse Project

Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya membentangkan spanduk di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (12/12) sore. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (12/12) sore. Massa menolak acara musik Djakarta Warehouse Project (DWP) yang akan berlangsung pada tanggal 13 hingga 16 Desember mendatang.

Mereka membentangkan spanduk penolakan di tengah Jalan Medan Merdeka Selatan. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi terhambat.

Berdasarkan pantauan Indonesiainside.id di lokasi, kendaraan bermotor mengular dari Kedubes Amerika Serikat hingga Balai Kota DKI. Aparat kepolisian dan petugas dari balai kota berjaga di sekitar pagar, tepat puluhan massa itu menggelar aksi di sana.

Tak hanya itu, mereka juga membakar dua ban bekas di depan kantor gubernur itu. Spanduk yang terbentang bertuliskan “Konser Maksiat DWP, Free Sex, Narcotic, Alcohol. Tolak Konser Maksiat DWP 2019”, lengkap dengan gambar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Mereka menilai, moral warga ibu kota bisa tergadai akibat penyelenggaraan acara tahunan itu. Koordinator Lapangan Aksi, Ketua Umum GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran, menyuarakannya di atas mobil komando.

“Gubernur dipilih umat tapi promaksiat. Ini bukan persoalan biasa. Ini moral DKI tergadai,” ujarnya.

Menurut dia, GPI Jakarta Raya punya kewajiban untuk melawan kegiatan maksiat seperti DWP. Pasalnya, kegiatan yang terselenggara selama tiga hari itu disebut penuh mudarat dan menjurus ke tindakan maksiat.

“Kami punya peran moral untuk melawan hal-hal semacam ini. Ini kegiatan dilaksanakan tiga hari tiga malam. Apa yang akan terjadi (jika dibiarkan), maka tunggu lah azab tuhan,” tuturnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here