Ini Alasan Pemprov Beri Penghargaan ke Salah Satu Diskotek di Ibu Kota

Sekretaris Daerah Pemprov Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Saefullah.

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam Anugerah Adikarya Wisata tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) telah menyerahkan penghargaan kepada tempat hiburan malam di ibu kota. Colloseum Jakarta terpilih sebagai pemenang dari nominasi Hiburan dan Rekreasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, mengungkapkan alasan Anies Baswedan memberikan penghargaan tersebut. Ia menuturkan bahwa pemberian penghargaan itu sudah melalui berbagai pertimbangan, salah satu indikatornya ialah tempat hiburan bebas dari peredaran narkoba.

“Artinya bahwa di tempat itu sudah tidak terjadi yang dilarang menurut Perda kita. Tidak ada perdagangan atau peredaran barang-barang adiktif, narkotika, dan barang-barang lain yang dilarang,” ujarnya di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Kemudian, lanjut Saefullah, pemberian penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI kepada pengusaha hiburan yang taat kepada aturan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI. Ia menegaskan bahwa Diskotek Colosseum Jakarta sudah diobservasi sebelum mendapat penghargaan.

“Semua di level kebijakan, semua di level aktivitas masyarakat yang taat kepada aturan ya kita apresiasi. Siapa juga kita apresiasi. Penghargaan itu dipastikan bebas dari narkoba seks bebas dan yang terlarang lainnya. Menurut observasi kita seperti itu. Berizin, tidak ada larangan dan sebagainya,” paparnya.

Sebelumnya, penghargaan tersebut diberikan oleh Disparbud DKI kepada 31 pengusaha bidang jasa pariwisata. Pemenang dinilai telah berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata ibu kota, baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Penghargaan Adikarya Wisata itu ada 31 kategori bukan cuma itu, salah satunya diskotek, dari 31 (kategori) diskotek itu yang menang Colosseum,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Alberto Ali, Jumat (13/12).

Alberto memaparkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadikan tempat tersebut keluar sebagai pemenang kategori Klub dan Diskotek. Ia menuturkan, usaha hiburan malam diskotek termasuk bagian pariwisata yang diatur oleh undang-undang sehingga keberadaannya legal.

“Ada 3 faktor yang diatur dedikasinya, kinerja perusahaan, lalu kontribusi terhadap pariwisata Jakarta ada tim yang itu semua. Diskotek kan tidak dilarang. (Pengawasan) Kalau dalam peraturan perundangan kita Pergub 18 tahun 2018, kalau tiga hal yang dilanggar narkotika, perjudian sama prostitusi itu kita rekomendasikan untuk dicopot izin,” urai Alberto.

Sementara saat disinggung terkait rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menutup tiga diskotek yang salah satunya merupakan Colloseum Jakarta, Alberto enggan menjawab. “Tanya sana dulu (BNN),” kata Alberto. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here