Fahira Idris: Aksi yang Menuntut Anies Mundur Bukan Warga DKI

Massa pendukung Anies Baswedan saat berorasi di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Aksi yang menuntut Anies Baswedan untuk turun dari jabatannya telah usai. Agenda yang berlangsung di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat itu dianggap bukan merupakan aspirasi dari warga ibu kota.

“Aksi sekelompok orang yang menyalahkan gubernur, bahkan menuntutnya mundur. Hal tersebut bukan aspirasi yang sepenuhnya mewakili warga Jakarta,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris, Selasa (14/1).

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima Indonesiainside.id, Ketua Umum Komunitas Kabangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) itu juga menyatakan bahwa selama Anies menjabat sebagai gubernur, penanganan terkait banjir di ibu kota lebih baik dari para pendahulunya. Indikatornya, lanjut Fahira, bisa dilihat dari kawasan yang terdampak banjir di awal tahun ini, serta jumlah warga yang terdampak.

Ia memaparkan, jika dibandingkan dengan data terdahulu maka jumlah kawasan dan pengungsi akibat banjir tahun ini menurun. Namun, ia tak memaparkan perbandingan data-data tersebut.

“Jika mau kita sandingkan data-data banjir, dapat terlihat jelas kok sejauh mana program pencegahan yang telah dilakukan Pemprov DKI saat ini dibanding sebelumnya. Parameternya bisa dilihat dari kecamatan terdampak, kelurahan terdampak, warga terdampak, jumlah pengungsian, lama genangan, dan lainnya yang jauh berkurang,” paparnya.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here