Klinik Aborsi Ilegal Gugurkan Hampir 1.000 Janin

klinik aborsi ilegal
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya jumpa pers di sebuah klinik aborsi ilegal yang telah digerebek di Jalan Paseban Raya No.61. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Praktik aborsi ilegal masih saja terjadi di ibu kota Jakarta. Polda Metro Jaya telah membongkar adanya klinik aborsi ilegal yang berada di kawasan Paseban, Jakarta Pusat.

“Klinik ilegal itu sudah beroperasi sekitar 21 bulan. Mereka berkembang dan menyebar melalui situsweb. Aparat sudah menangkap tiga orang tersangka, yakni: dokter MM alias A, SI, dan RM,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Jumat (14/2) di Jakarta.

Selama beroperasi itu, tutur Yusri, telah ada 1.632 pasien yang mendatangi klinik ilegal tersebut. Daring jumlah pasien itu, sebanyak 903 orang telah melakukan pengguguran janinnya.

Berdasarkan penjelasan Yusri, tarif klinik aborsi ilegal itu bervariasi, tergantung kondisi pasien. Kisarannya antara Rp4juta-Rp15 juta. Banyak juga pasien yang menggugurkan kandungan dengan usia di atas empat bulan.

Menurut Yusri, dokter MM merupakan mantan pegawai negeri sipil di Riau. “Dia melakukan desersi karena tidak pernah masuk. Lalu dia dipecat dari PNS. Dia pernah terjerat kasus serupa di Bekasi dan divonis tiga bula penjara,” ungkapnya.

Sedangkan RM merupakan calo. Sehari-hari, kata Yusri, RM berprofesi sebagai bidan. RM inilah yang melakukan promosi dengan menyebar situsweb kinik ilegal itu.

Adapun SI berperan sebagai tenaga admiistrasi. Ia bertugas mendaftar pasien di klinik itu. SI pun seorang residivis kasus praktik aborsi ilegal.

Menurut Yusri, selama beroperasi tak kurang dari Rp5,5 miliar dana masyarakat yang diraup klinik tersebut. Ketiga tersangka, papar Yusri, dikenakan pasal 83 /juncto/ pasal 64 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau pasal 75 ayat (1) , pasal 76, pasal 77, pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau pasal 194 /juncto/ pasal 75 ayat (2) UU Nomor Tahun 2009 tentang Kesehatan /juncto/ pasal 55 dan pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancamannya hukuman penjara di atas 10 tahun. (AS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here