Dinkes DKI Terbitkan Aturan Pemakaman Jenazah Covid-19

Ilustrasi. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan aturan terkait pemakaman jenazah yang tertular virus corona (Covid-19). Hal itu tercantum dalam surat edaran bernomor 55/SE/Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaran (mengurus) Jenazah Pasien Covld-19 di DKI Jakarta yang diteken oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Dalam surat tersebut, Widyastuti mengatakan bahwa proses pemakaman hanya bisa dilakukan oleh petugas medis. Selain itu, mereka juga harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Petugas memberikan penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular (Penjelasan tersebut terkait sensitivitas agama, adat istiadat, dan budaya),” ujarnya dalam surat edaran yang dikutip Indonesiainside.id, Rabu (25/3).

Bagi pihak keluarga yang ingin melihat jenazah di dalam ruangan, kata dia, mereka pun harus mengenakan APD lengkap seperti para petugas kesehatan. Nantinya, petugas bakal menjelaskan kepada keluarga bahwa jenazah dilarang dibawa masuk ke pelabuhan dan bandara.

“Jika ada keluarga yang ingin melihat jenazah, diizinkan dengan syarat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sebelum jenazah masuk kantong jenazah. Petugas memberikan penjelasan kepada keluarga untuk pelaksanaan pemakaman agar jenazah tidak keluar atau masuk dari pelabuhan, bandar udara, atau pos lintas batas darat Negara,” tuturnya.

Kemudian, jasad pun dilarang untuk diawetkan serta diolesi balsem. Selain itu, jenazah juga harus dibungkus berlapis. Setelah kain kafan, petugas harus membungkus jasad pasien corona dengan plastik sebelum dimasukan ke dalam kantong jenazah.

“Tidak dilakukan suntik pengawet dan tidak dibalsem. Masukkan jenazah ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus,” paparnya.

Aturan lainnya, yakni petugas juga harus memastikan kalau tidak ada kebocoran cairan di dalam tubuh jenazah. Lalu, kantong disegel, disemprot disinfektan dan tidak boleh dibuka lagi. Kemudian, memasukkannya ke dalam peti kayu dan menutupnya dengan rapat.

“Peti harus dilapisi lagi dengan plastik dan disemprot desinfektan sebelum masuk ambulans. Jenazah diletakkan di ruangan khusus, sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaran,” kata dia.

Setelah dibawa ke kuburan menggunakan ambulans khusus, keluarga boleh ikut pemakaman bersama dengan petugas. Namun, ia meminta agar peti jenazah tidak dibuka.

“Pastikan penguburan/kremasi tanpa membuka peti jenazah. Saat proses pemakaman juga harus menjaga jarak fisik antar manusia,” ujar Widyastuti.

Sebanyak dua tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta disiapkan untuk orang yang meninggal akibat virus asal Cina itu. Kedua TPU itu berada di Pondok Ranggon, Jakarta Timur dan Tegal Alur, Jakarta Barat.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here