Anies Sediakan Hotel untuk Tempat Tinggal 138 Tenaga Medis

Para tenaga medis sedang memasuki hotel yang disediakan Pemprov DKI Jakarta sebagi tempat tinggal selama menangani pasien yang terpapar virus corona. Foto: Akun fb Anies Baswedan.

Indonesiainside.id, Jakarta – Selama pandemi virus corona (covid-19), dukungan terhadap petugas medis itu sangat dibutuhkan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan bahwa petugas medis memiliki risiko tinggi (terpapar) saat covid-19 melanda.

Ia mengungkapkan, sejumlah petugas medis di DKI telah terpapar covid-19. Oleh sebab itu, tenaga medis sangat memerlukan dukungan untuk mencegah penyebaran pandemi serta menangani pasien yang terpapar virus corona itu.

“Mulai hari ini, kami menyiapkan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis (dokter dan perawat) untuk tinggal di Hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI.  Mereka bisa istirahat dengan tenang, istirahat dengan nyaman, semua kebutuhannya dipenuhi. Mereka tidak harus jauh-jauh pulang ke rumah dan keluarga pun merasa tenang,” tutur Anies saat koferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/3).

“Nah tadi pagi mulai batch pertama dari Rumah Sakit Pasar Minggu dan Rumah Sakit Tarakan, ada 138 tenaga medis yang sudah memanfaatkan tempat di Grand Cempaka. Ada 220 kamar dengan 414 tempat tidur, jadi kapasitasnya cukup besar. Selain disiapkan hotel atau tempat tinggal yang nyaman, makanan juga disiapkan dan kita menerima dukungan dari berbagai pihak,” urainya.

Semua hotel untuk petugas medis itu telah disiapkan oleh salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI, yakni PT Jakarta Tourisindo (JakTour). Ratusan kasur serta sejumlah hotel tengah disiapkan untuk mereka.

“Ada 3 tempat lain (hotel atau penginapan) yang sedang dalam persiapan dan nanti akan digunakan, semuanya dibawah JakTour. Jadi total yang nantinya bisa menampung Itu hampir 700 tempat tidur yang akan bisa menampung seluruh tenaga medis, dokter, dan perawat,” kata dia.

Jumlah tenaga medis yang terpapar di Jakarta , kata gubernur, sebanyak  50 orang. Angka itu menggambarkan betapa besarnya risiko mereka.

“Ada dua yang meninggal dan ini terjadi di 24 rumah sakit di seluruh Jakarta. Karena itulah, dukungan tenaga medis ini mutlak dibutuhkan,” paparnya.

Anies menambahkan, garda terdepan dalam menghadapi wabah covid-19 ini adalah teman-teman tim medis. Mereka yang berada paling depan dan pekerjaannya paling keras dengan risiko paling berat dan paling besar.

Atas dasar itu, Anies akan terus memberi perhatian pada tenaga medis yang menangani kasus corona. Para tenaga medis di rumah sakit lainnya akan menjadi perhatian Pemrov DKI di kesempatan berikutnya. (AS)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here