Sejumlah Jalan Permukiman Warga di Kemayoran Ditutup

Salah satu permukiman warga di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutup. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Ibu kota tengah dilanda pandemi corona virus disease (Covid-19). Tak ayal, sebagian warga DKI memilih untuk tinggal di rumah dan mematuhi instruksi dari pemerintah serta melakukan physical distancing (menjaga jarak). Di Kemayoran, Jakarta Pusat, sejumlah jalan permukiman ditutup. Salah satunya ialah permukiman warga di RW 09, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, portal besi menutup akses masuk menuju ke sana.

“Kawasan ini dalam karantina lokal. Selain warga RW 09 DILARANG MASUK tanpa izin petugas.” Demikian catatan yang terpampang pada besi yang menutup jalan permukiman di sana.

Camat Kemayoran, Asep Mulyaman, memastikan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa mayoritas rukun warga di sana telah membatasi pergerakan setiap warganya.

“Jumlahnya bertambah (warga yang menutup akses masuk ke permukiman), mungkin sekarang sudah 80 persen dari 77 RW. Sudah sekitar 60 RW yang membatasi aktivitas warganya,” ujarnya kepada Indonesiainside.id, Sabtu (4/4).

“Jadi ini kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh dan ini kita dukung. Hampir rata-rata warga sekarang sudah muncul kesadarannya untuk mengikuti seruan gubernur dan pemerintah pusat,” tuturnya menambahkan

Ia memaparkan, apa yang telah dilakukan warga merupakan gerakan swadaya yang muncul karena melihat ancaman virus Corona yang semakin meluas. Warga dengan sukarela membatasi aktivitas dan mematuhi imbauan gubernur untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kalau di wilayah itu kan istilahnya antisipasi, jadi muncul kebijakan dari masyarakat sekitar RW. Nah, imbauan pemerintah dari camat, lurah, dan wali kota sama, aktivitas warga harus dibatasi, kerumunan, yang keluar masuk wilayah harus sama-sama saling memerhatikan,” paparnya. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here