35.083 Warga Jakarta Jalani Tes Cepat Covid-19, Tiga Persen Positif

Ketua Tim Tanggap Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto (tengah). Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melaksanakan tes cepat (rapid test) Covid-19 di seluruh wilayah ibu kota. Hingga kini, Jumat (10/4), puluhan ribu warga Jakarta telah diperiksa. “Adapun jumlah rapid test yang sudah dilakukan sampai hari Kamis (9/4) mencapai 35.083 orang, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 3 persen. Dari jumlah tersebut, 1.027 dinyatakan positif dan 34.056 orang lainnya dinyatakan negatif,” ujar Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Catur Laswanto.

“Tentu sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku terhadap 1.027 orang yang dinyatakan positif, akan ditindaklanjuti dengan swab tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Sehingga dengan demikian, hasilnya sesuai dengan apa yang diatur di dalam protokol kesehatan,” tuturnya menambahkan.

Rapid test diprioritaskan untuk orang-orang yang berisiko menularkan Covid-19. Seperti tenaga medis serta orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP), orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi atau probabel Covid-19, dan orang dalam pemantauan (ODP).

Selanjutnya, terdapat dua prosedur pelaksanaan rapid test, yaitu aktif oleh Puskesmas dan pasif oleh Puskesmas. Berikut prosedurnya:

Aktif oleh Puskesmas

1. Menghubungi pasien dengan riwayat kontak erat risiko rendah, tinggi dan ODP untuk rapid test dengan form PE.
2. Menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test, komunikasi risiko dan informed consent.
3. Melakukan rapid test dan pencatatan
4. Bila hasil positif, dilakukan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR.
5. Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, pasien dirujuk ke RS.
6. Bila hasil negatif, pasien diinformasikan untuk:
a. Isolasi mandiri 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke RS dan dilakukan pemeriksaan PCR.
b. Memeriksa ulang rapid test (satu kali) pada hari ke 7-10 setelah tes awal.

Pasif oleh Puskesmas/Rumah Sakit (RS).

1. Pasien datang berobat ke puskesmas/ RS.
2. Kriteria pasien untk rapid tes ditentukan petugas.
3. Pasien dirujuk ke laboratorium untuk pemeriksaan rapid test.
4. Petugas menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test, melakukan komunikasi risiko dan informed consent.
5. Petugas melakukan rapid test dan pencatatan.
6. Bila hasil positif, dilakukan engambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR.
7. Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, pasien dirujuk ke RS.
8. Bila hasil negatif, pasien diinformasikan untuk:
a. Isolasi mandiri 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke RS dan dilakukan pemeriksaan PCR
b. Memeriksa ulang rapid test (satu kali) pada hari ke 7-1

(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here