Pelanggar PSBB di Jakarta Bisa Dipidanakan

Lansekap kota Jakarta. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan masyarakat yang melanggar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai berlaku, Jumat (10/4) dini hari WIB, dapat dipidana. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DKI Jakarta.

“Pada Pasal 27 dijelaskan, pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk sanksi pidana,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/4) malam.

Anies memaparkan, jenis pidana yang diberikan berjenjang tergantung dari pelanggaran yang dilakukan. Mulai dari pidana ringan dan bila pelanggaran terus dilakukan petugas akan memberikan hukuman lebih berat.

“Prosesnya nanti kami kerjakan bersama-sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh ketentuan dilaksanakan. Termasuk juga ketentuan Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, di mana bisa dikenakan sanksi hukuman selama-lamanya setahun dan denda sebesar-besarnya Rp100 juta,” paparnya.

Dengan demikian, Anies berharap masyarakat tetap berada di rumah dan mengurangi atau meniadakan kegiatan di luar. Hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina tersebut.

“Prinsipnya ini bertujuan untuk memotong atau memangkas mata rantai penularan Covid-19, di mana Jakarta pada saat ini merupakan epicenter dari masalah Covid-19. Tujuan kami bukan hanya sekadar untuk mengajak masyarakat di rumah saja, tapi di rumah untuk menyelamatkan diri, keluarga, tetangga, dan kolega, sehingga penyebaran virus ini dapat dikendalikan,” tuturnya. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here