Idealnya, Bantuan Sosial Covid-19 di Kota Bekasi Rp2 Juta

Sejumlah petugas satpol PP (Pamong Praja) mengangkut masker non medis untuk dibagikan kepada warga di Stadion Patriot Candrabahaga, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

Indonesiainside.id, Bekasi—Pemkot Bekasi diimbau untuk melakukan refocusing anggaran guna membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat berpengaruh pada bidang ekonomi. Namun PSBB tidak maksimal karena masih banyak pekerja harian yang harus keluar rumah karena tuntutan ekonomi.

“Oleh karenanya, bantuan sosial tingkat pusat, provinsi dan daerah, saya mendorong untuk terus diperbaiki, baik validitas data, cara pendistribusian, kualitas bantuan, daya jangkau bantuan, dan nilai bantuan dari tiap paket yang diberikan,” kata Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri, kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Senin (27/4)..

Sebab, jika dibandingkan dengan bantuan dari pusat senilai Rp600 ribu rupiah dan Jawa Barat Rp500 Ribu, sementara Kota Bekasi Rp150 Ribu, maka perlu difikirkan kembali nilainya. Sebab tidak mungkin di masa seperti ini orang punya pengganti yang setara untuk tidak keluar rumah hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

“Saya mendorong Pemkot Bekasi untuk kembali me-refocussing dan merelokasi anggaran supaya nilainya ideal. Satu keluarga di Bekasi saya kira adalah upah minimum kota, minimal di masa pandemi ini 50-60 persen atau sekitar Rp2 juta,” tuturnya.

Adapun dananya, dapat dari anggaran atau pengeluaran yang tidak perlu ditangguhkan dulu. Pemerintah Daerah harus fokus sampai akhir tahun untuk upaya preventif, kuratif dan upaya menanggulangi dampak ekonomi, sosial dan budaya.

“Sehingga ketika pandemi selesai, kita bisa pastikannekonomi bisa bangkit. Dan yang paling penting, generasi muda tetap mendapatkan asupan dan gizi yang baik, kemudian pendidikan berupa metode PJJ (pembelajaran jarak jauh),” ujarnya.

Ia menambahkan, semua negara mengalami hal yang sama. Namun, negara yang paling mempersiapkan rakyatnya itu akan berhasil melewati masa krisis ini.

“Seperti pariwisata, kita harus siapkan sektor itu, termasuk industri. Kota Bekasi sebagai kota jasa dan perdagangan, nilai kompetitifnya dilihat dari SDM dan infrastruktur, karenanya kita pastikan setelah pandemi semuanya berjalan baik untuk negara ini dengan percepatan dan kesiapan,” ujar Ustuchri. (SD)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here