IDI Tolak Relaksasi PSBB

Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menolak wacana Menko Polhukam, Mahfud MD, tentang relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). IDI khawatir relaksasi PSBB justru membuat penyebaran Covid-19 tidak terbendung.

Ketua PB IDI, Daeng M Faqih, menilai PSBB cukup efektif meredam penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Dia mencontohkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang cenderung menurun beberapa hari terakhir sejak PSBB diberlakukan.

“Padahal PSBB di DKI tidak terlalu ketat seperti yang kita harapkan bersama. Jadi, PSBB ini efektif (meredam Covid-19) dari pelajaran DKI dan beberapa daerah yang sudah PSBB,” kata Daeng di Jakarta, Senin (4/5).

Maka itu, dia meminta pemerintah tidak berubah-ubah dalam membuat kebijakan. Daripada berfikir relaksasi PSBB, lebih baik pemerintah mengevaluasi pelaksanaan aturan di lapangan terhadap sektor-sektor yang dikecualikan boleh beroperasi di tengah PSBB.

“Mungkin perlu evaluasi dulu sektor-sektor yang sudab dispensasi itu sudah berjalan baik atau tidak. Itu penting,” ucap dia.

Mahfud MD sebelum menyampaikan perihal niat pemerintah melonggarkan PSBB. Itu untuk merespon keluhan masyarakat yang tidak bisa melakukan aktivitas dengan bebas saat PSBB.

Pelanggaran PSBB itu seperti mengizinkan rumah makan untuk buka dengan protokol kesehatan. Bagi Mahfud, imunitas masyarakat bisa menurun jika masyarakat merasa stress karena dikekang dengan aturan PSBB.

“Kita tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja, dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kita sudah memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB,” kata Mahfud melalui laman Instagram.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here