Zakat yang Terkumpul di Masjid Istiqlal Turun 60 Persen

Seorang pekerja beirstirahat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, biasanya zakat fitrah sudah mulai terkumpul di masjid dan siap disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Namun, bulan ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, memastikan hal tersebut. Ia menuturkan, hingga saat ini jumlah zakat fitrah yang telah terkumpul tak sebanyak tahun lalu.

“Zakat fitrah pun jumlahnya sedikit, tidak sampai Rp100 juta, saya kurang tahu pasti, yang jelas jauh sekali. Kalau tahun kemarin di hari yang sama itu sudah di atas Rp500 juta, ini berkurang hampir 60 persen lebih,” ujarnya saat berbincang dengan Indonesiainside.id, Kamis (21/5).

Selain itu, ia memaparkan bahwa pengelola masjid yang terletak di jantung ibu kota itu kini hanya menjadi unit pengumpul zakat (UPZ), dan mendistribusikan kepada mereka yang berhak atas zakat fitrah yang telah terkumpul. Sebab, lanjut Abu, yang mengatur zakat saat ini adalah lembaga yang dimiliki oleh pemerintah pusat, yakni Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Nah, untuk zakat fitrah, kami sudah sebar rekening untuk transfer, dan orangnya tidak perlu ke masjid istiqlal. Pembagiannya (zakat dan santunan) diantar seperti pembagian daging hewan kurban, jadi mereka tidak perlu datang ke Masjid Istiqlal,” tuturnya.

“Kalau tahun kemarin kan ada Lembaga Amil Zakat Masjid Istiqlal, sekarang hanya jadi UPZ, yang mengatur Baznas. Mereka yang mengontrol semua perolehan zakat yang kami dapatkan,” paparnya menambahkan.

Untuk mengantisipasi kedatangan para jemaah, pihak pengelola juga telah menutup gerbang masuk dan memasang imbauan di kawasan masjid. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan imbauan dari sejumlah pihak.

“Masyarakat tidak perlu datang ke masjid istiqlal, karena masjid kali ini pasti kami tutup. Hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI),” kata dia.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here