Ada Peningkatan, Jumlah Zona Hijau di Kota Bekasi Jadi 41 Kelurahan

Petugas melakukan pemeriksaan di GT Bekasi Barat 1 selama PSBB di Kota Bekasi. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Kota Bekasi menetapkan 41 wilayah kelurahan dari 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi masuk zona hijau penyebaran virus Covid-19. Kendati begitu, kasus baru bisa saja muncul kembali jika masyarakat tidak tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan antara lain dengan menghilangkan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, masih berkerumun dan sering bersentuhan langsung dengan banyak orang.

Kepala Sub Bagian Humas Kota Bekasi, Indah Indri Hapsarai, mengatakan, walaupun evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyatakan Kota Bekasi mengalami proses perbaikan, tetap masyarakat diimbau terus waspada penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi. “Kita harus terus waspada ditengah kondisi darurat COvid-19, bila kita lalai dan mengindahkan protokol dan budaya memakai masker, cuci tangan dihilangkan, penyebaran virus bisa kembali terjadi,” kata Indah, Jumat, (22/5).

Ia menjelaskan, penetapan wilayah zona hijau berdasarkan monitoring dan evaluasi data penyebaran kasusu Covid-19 di Kota Bekasi. Pertama, yakni makin tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit.

Kedua jumlah ODP dan PDP menurun, dan bisa menjaga laju perhitungan reproduksi virus diangka 0,71 yang berarti di Kota Bekasi kemampuan virus ini menularkan pada orang lain adalah 1 kali (1 pasien positif mampu menularkan pada 1 orang).

“Hal ini tidak lepas dengan segala usaha Pemerintah Kota Bekasi dalam mempercepat kasus antara lain dengna menyediakan alat polymerase chain reaction (pcr) di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) dan RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid dengna kemampuan memersiksa sampel perhatinya lebih dari seribu pemeriksaan. Kemudian melakukan test rapid masal dan ini membuat penanganan pasien di Kota Bekasi berjalan cepat dan ditemukan dalam kondisi yang belum parah,” katanya.

Berdasarakan data, laju partumbuhan orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien dalam pemantauan (PDP) Kota Bekasi hingga 15 Mei 2020 mengalami penurunan. Indah mengingatkan, jika semua tidak tertib dan konsisten dengan protokol kesehatan, laju pertumbuhan ODP dan PDP kembali bisa meningkat.

Sebelumnya, Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi telah mengeluarkan surat perintah tugas Nomo 800/451/Set.Covid-19 terhadap Pembina Wilayah, Camat dan Lurah untuk terus memantau dan mensosialisasikan terkait wilayah yang masuk dalam zona hijau untuk terus waspada terutama jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

“Dalam arahannya, bapak wali kota juga menyampaikan bahwa dalam rangka sholat ied diharapkan agar Shalat Ied hanya untuk warga dilingkungan RT/RW tersebut dan panitia yang dibentuk oleh DKM melaporkan ke MUI, DMI dan Muspika,” ujar Indah. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here