Berkah Larangan Mudik, Pedagang Ayam Geprek di Bekasi Dapat Omzet Berlipat

Ayam Geprek Super Top 76 di Tambun Selatan, Bekasi. Foto: Istimewa

Indonesiainaide.id, Bekasi – Larangan mudik saat pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di Bekasi. Salah satunya Ayam Geprek Super Top 76 yang memiliki omzet hingga tiga kali lipat saat malam takbiran, Sabtu (23/5).

Menurut pemilik usaha tersebut, Didi, kenaikan omzet itu karena banyak orang yang tidak mudik. Terlebih di lokasi usahanya kebanyakan buruh yang berasal dari luar kota.

Ayam geprek yang berlokasi di Jalan Raya Setu Pertigaan Kp. Utan, Tambun Selatan, Bekasi (Depan Masjid El-Ghazy) ini, habis dalam waktu singkat. Didi menjelaskan, usahanya buka mulai pukul 17.00 WIB dan tutup jam 22.00 WIB. Namun kali ini ayammya ludes saat Isya.

“Alhamdulillah ramai mas. Memang corona itu menyengsarakan tapi ada hikmah di balik itu semua. Allah sudah mengatur rezeki setiap hambanya, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa,” kata Didi, Sabtu (23/5).

Dia mengungkapkan, walaupun ayam di pasaran mahal tapi pedagang tidak bisa menaikan harga seenaknya. Terlebih masyarakat sedang kesulitan perekonomiannya.

“Saya tidak menaikan harga, tidak tega lihat karyawan di sini. Apalagi ada yang di PHK, ada yang di rumahkan. Walaupun keuntungannya tipis yang penting berkah,” ujarnya.

Sementara itu, H-1 menjelang Lebaran harga-harga komoditas pangan terpantau naik drastis. Terutama untuk daging ayam. Harga ayam per ekor di Pasar Rawalumbu, Bekasi Timur mencapai Rp60 ribu per ekor dengan berat 1 hingga 1,5 kg. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here