Depok Perpanjang PSBB hingga 4 Juni karena Tren Covid-19 Masih Naik

Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di perbatasan wilayah, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, kembali mengajukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Ridwan Kamil. Perpanjangan masa PSBB diajukan untuk enam hari ke depan.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengajukan masa perpanjangan terhitung mulai 30 Mei hingga 4 Juni 2020. Pertimbangan utama adalah tren kasus konfirmasi, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), masih meningkat.

Keputusan perpanjangan PSBB merupakan hasil rapat bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan pada hari ini. Mengingat angka Reproduksi Efektif (Rt) Kota Depok masih lebih besar dari angka 1 (1,39).

“Kami membuat Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di wilayah Kota Depok. Kita masih menunggu keputusan selanjutnya,” ucapnya, Rabu (27/5).

Idris menuturkan, perkembangan kasus  OTG di Kota Depok hingga hari ini sebanyak 907 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.546 orang. Sementara PDP 650 orang, PDP yang meninggal saat ini berjumlah 73 orang.

Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Untuk kasus konfirmasi sebanyak 544 orang, sembuh 179 orang, dan meninggal dunia 28 orang,” katanya.

Sebelumnya, Pemkot Depok telah memperpanjang PSBB  hingga 29 Mei 2020. Sedianya, PSBB tahap II di Depok berakhir pada Selasa kemarin (26/5). (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here