Pedagang Kuliner Meninggal, Kawasan Lenggang Jakarta Tidak Bisa Diakses

Monumen Nasional (Monas), Jakarta ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Foto : Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pandemi virus corona (Covid-19) membuat pedagang kuliner di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, merugi. Sehingga, sebagian dari mereka memilih untuk membereskan sisa dagangannya saat akhir pekan ini.

Namun, petugas keamanan di area tersebut, tepatnya di Lenggang Jakarta, melarang sejumlah pedagang untuk masuk. Kawasan Lenggang itu tidak bisa diakses. Pasalnya, ada salah satu pedagang kuliner yang terletak di jantung ibu kota itu meninggal dunia pada Sabtu (30/5).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta, saat dihubungi Indonesiainside.id, Ahad (31/5). “Ya, di Lenggang Jakarta ada. Kejadiannya kemarin pagi,” ujarnya.

Senada, Kepala Pos Polisi Monas Timur, Iptu Dahroni, memaparkan bahwa korban ialah seorang pedagang kuliner yang umurnya melebihi setengah abad, dan sakit-sakitan. Ia memastikan, salah satu penjual makanan itu bukan meninggal lantaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

“Umurnya 80 tahun. Bukan, bukan karena Covid-19, ia meninggal karena sakit, sakit yang diderita sudah lama,” kata Dahroni.

Informasi terkait kematian itu sudah didengar oleh para pedagang di sana. Kabar itu disampaikan melalui grup WhatsApp paguyuban pedagang lenggang Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak 5 orang petugas keamanan berjaga di pintu masuk Lenggang Jakarta. Mereka yang diperkenankan masuk kawasan tersebut hanyalah pedagang yang menumpang toilet, atau pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di lapangan IRTI.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here