Indeks Evaluasi Pasar di Jakarta Hadapi Covid-19 Belum Mencapai Level Baik

Suasana di Pasar Klender, Jakarta Timur. Foto: M Aulia Rahman/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Perumda Pasar Jaya bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) melakukan penilaian kondisi pasar selama pandemi Covid-19. Berdasar hasil evaluasi di 49 pasar, indeks yang didapat belum mencapai tahap baik.

Direktur Keuangan dan Administrasi PD Pasar Jaya, Ratih Mayasari menjelaskan, penilaian dilakukan merujuk pada indeks yang disusun bersama FKM UI bernama IPBST atau indeks pasar bersih, sehat, dan tertib. Indeks ini sedianya telah digagas pada November 2019.

Kemudian, atas arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memantau pembatasan sosial ditambahkan dengan indeks “tertib”. Pasar yang dievaluasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni pasar modern (7 pasar), pasar tematik (7), dan pasar lengkap (35).

“Rencananya kita akan lakukan penghitungan indkes tahap kedua, ada lima pasar yang akan kita contohkan,” kata Ratih dalam diskusi di BNPB, Kamis (2/7).

Dalam paparan presentasinya, Ratih menjelaskan, skor penilaian dibagi menjadi Buruk dimana indeksnya kurang dari 39,9. Kemudian Cukup 40,0 sampai 69, 9 dan Baik dengan angka lebih dari 70.  Rata-rata penilaian dari 49 pasar tersebut mencatatkan nilai 50,7 dengan kategori Cukup.

“Masih perlu adanya peningkatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tersebut,” katanya.

PD Pasar Jaya telah melakukan swab tes di 69 pasar dan telah diikuti 7.202 pedagang. Dari hasil tersebut, pedagang yang dinyatakan positif tak lebih dari dua persen.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here